| | |
| Oleh Muhaimin Iqbal |
Dalam seperempat abad perjalanan karir saya di dunia profesional, pelatihan dan entrepreneur, saya bertemu dengan ribuan ‘calon’ pengusaha baik ketika saya masih bekerja di kantor maupun ketika saya terlibat dalam forum-forum pelatihan. Sayangnya setelah sekian tahun ketemu lagi dengan mereka, pada umumnya mereka masih saja menangani pekerjaan yang lamanya. Hitungan kasar saya hanya satu sampai dua persen saja ‘calon’ pengusaha tersebut yang akhirnya benar-benar menjadi pengusaha. Apa yang membedakan antara mereka yang tetap menjadi ‘calon’ pengusaha sampai pensiun, dengan yang benar-benar menjadi pengusaha di usia produktifnya ?. Ada dua yang menurut pengamatan saya pribadi menonjol yaitu apa yang disebut knowledge dan courage. Knowledge adalah seluk beluk yang Anda perlu ketahui tentang usaha yang akan Anda terjuni, saya sudah pernah menulis knowledge ini dalam beberapa tulisan antara lain tentang 7 “I” , Business Model Building Blocks dlsb. Lantas bagaimana dengan courage ?. Courage adalah keberanian yang disertai dengan keteguhan hati atau dalam bahasa arabnya syaja’ah. Beda dengan knowledge yang bisa dibaca sekilas orang sudah tahu, courage itu seperti benih. Dia butuh disemai di lingkungan yang tepat, disirami secara cukup, dilindungi dari segala macam penyakit dan hama sebelum akhirnya dia tumbuh subur dan mampu mempertahankan diri dari terpaan angin, hujan dan bahkan badai. Berikut adalah karakter dari benih-benih courage yang bisa Anda semaikan pada diri Anda sehingga lama kelamaan menjadikannya tumbuh seperti pohon besar yang kuat, akarnya menancap dalam ke perut bumi dan daunnya tinggi menjulang ke langit. 1. Courage tumbuh dari keyakinan akan kebenaran, bukan dari nafsu – meskipun untuk sementara bisa saja nafsu itu nampak unggul : Lihat courage Habil ketika menghadapi ancaman saudaranya Kabil : "Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seru sekalian alam." (QS 5 : 28) 2. Courage yang tumbuh dari keyakinan yang kuat bisa membuat apa yang dimata manusia lain tidak mungkin menjadi mungkin : Lihat apa yang dialami Nabi Ibrahim Alaihi Salam ketika api-pun dibuat dingin oleh perintahNya “…Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim". (QS 21:69). 3. Courage akan tumbuh pada diri orang-orang yang berserah diri dan sabar : Lihat bagaimana prosesi penyembelihan Ismail muda oleh Bapaknya “Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar". Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis (nya), (nyatalah kesabaran keduanya)”. (QS 37 : 102-103). 4. Couarge tumbuh dari orang yang menyadari kesalahannya dan ingin memperbaikinya. Lihat pengakuan dan do’a nabi Yunus Alaihi Salam ketika berada di dalam perut ikan : “Dan (ingatlah kisah) Zun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: "Bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim." Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya daripada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.” (QS 21 : 87-88) 5. Courage akan tumbuh dari kemampuan mengatasi diri sendiri : Anda harus bisa mengatasi diri sendiri sebelum bisa mengatasi tantangan di depan Anda, kemenangan yang paling berat adalah memenangkan atas (kelemahan) diri sendiri. 6. Courage akan tumbuh dari Anda yang bersuara : Ungkapkan ide-ide Anda agar diresponse orang, didukung dan diserang adalah biasa. Sepuluh orang yang berbicara lebih didengar ketimbang sepuluh ribu orang yang diam. 7. Courage akan tumbuh ketika Anda seorang diri : Pemberani tidak tergantung pada teman atau lingkungan untuk bisa bertindak. 8. Courage akan tumbuh dari visi yang jelas : Meskipun di depan banyak rintangan, visi yang jelas akan menuntun Anda melihat ke horizon yang jauh melampaui rintangan-rintangan tersebut. 9. Courage tumbuh pada diri yang manusiawi yang kadang juga mengalami ketakutan : Pemberani tidak berarti tidak pernah takut, kadang takut adalah sifat manusia –pemberani adalah yang bisa mengatasi ketakutannya. 10. Courage akan semakin kokoh ketika diuji : Pemberani akan tetap berdiri ketika di sekelilingnya tunduk pada terpaan angin perubahan. Seperti juga menyemai benih yang baik, Anda perlu tanah semaian yang memang sesuai dengan karakter benih itu sendiri. Sebaik apapun benihnya bila disemai di tanah yang tidak sesuai – maka kecil sekali kemungkinannya untuk bisa tumbuh subur. Benih courage-pun demikian, untuk menumbuhkannya Anda memerlukan lingkungan pergaulan di kantor, di rumah, di komplek perumahan dlsb. yang semuanya menunjang. Bila courage itu belum tumbuh pada diri Anda, coba perhatikan sekeliling Anda – jangan-jangan memang tanah semaiannya yang tidak subur. Bila knowledge dan courage telah lengkap ada pada diri Anda, insyaAllah tidak ada lagi yang akan menghalangi Anda untuk mulai mewujudkan visi-visi Anda. InsyaAllah… Catatan : Bila Anda kesulitan untuk menemukan lingkungan yang baik untuk menumbuhkan courage Anda, silahkan bergabung di Pesantren Wirausaha Daarul Muttaqiin – Jonggol. Insyaallah setiap bulan akan ada acara mabit dengan tema seputar entrepreneurship yang dibimbing Al-Qur’an. Caranya sederhana cukup mengirimkan CV Anda ke alamat kontak situs ini. Gambaran acaranya seperti contoh yang kami adakan untuk bulan ini, yang Alhamdulillah acara sudah berlangsung di awal bulan yang diikuti hampir 100 orang, untuk bulan depan Insyaallah di pertengahan bulan November; tanggal tepatnya dan agenda akan diumumkan via event di facebook mupun di situs ini mendekati hari H-nya. |



Tidak ada komentar:
Posting Komentar