Selling An Experience, Selling A Vision
- Oleh : Muhaimin Iqbal
Apa yang bisa Anda jual ke pasar ketika semuanya sudah ada ? apa yang bisa Anda berikan ke orang-orang yang sudah memiliki segalanya ? Jawabannya mungkin sama, yaitu sudut pandang yang berbeda. Barangnya secara fisik tetap sama dengan yang sudah ada di pasar, atau yang sudah mereka miliki – hanya diberi sisi lain yang selama ini mungkin tidak terlihat. Itulah kurang lebih yang saya pelajari sekaligus tawarkan ke masyarakat pertanian dan teknologi Jepang, ketika mereka mengundang saya untuk datang ke negeri ini sepekan terakhir.
Betapa tidak, dalam hal bertani mereka sudah lebih pinter dari kita – bahkan begitu banyak negeri kita mengirimkan para dosennya untuk belajar ke negeri mereka ini. Begitu-pun dalam bidang teknologi, mereka lebih maju dari kita. Dalam hal modal, mereka juga memiliki lebih banyak dari yang kita miliki. Lantas dimana peluang kita ? itulah menariknya.
Salah satu yang saya temui di negeri mereka ini adalah sebuah perusahaan yang sudah 10 tahun lebih mengelola apa yang saya sebut the ultimate urban farming – jenis urban farming yang saya sendiri masih cita-citakan untuk Jakarta dan kota-kota besar di Indonesia.

Ultimate Urban Farming : High Rise Roof-Top Farming In Tokyo
Maka ketika Ibnu Kathir menjelaskan kalimat terakhir dari ayat yang mengisyaratkan kita harus belajar dari lebah “…sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda bagi orang yang memikirkan…” (QS 16:69), beliau menjelaskan bagaimana seluruh aspek kehidupan lebah ini mulai dari bagaimana mereka bepergian, mencari makan, membangun rumah dlsb. bisa menjadi pelajaran bagi kehidupan manusia.
Sebelum saya share, sekeping ilmu terbaru yang saya buru sampai tempat yang begitu jauh ini – saya rekap dahulu sejumlah permasalahan apa saja yang selama ini sudah kita bahas di situs ini beserta solusinya, terutama dalam sektor riil kehidupan yang langsung terkait dengan kebutuhan dasar kita.