Krisis likuiditas dunia rupanya belum menuju perbaikan, bisa jadi sekarang dunia masih sedang menuju puncak krisis. Indikatornya adalah institusi-institusi besar dunia mulai membabi buta menjual assetnya yang berharga – termasuk cadangan emas. – untuk berusaha mengatasi likuiditasnya.
European Central Bank(ECB) misalnya , baru ketahuan oleh pasar kalau ternyata mereka telah terpaksa menjual sebagian emasnya 7.6 ton sepanjang pekan lalu. Menurut MarketWatch institusi-institusi besar semacam ECB ini tidak menjual emasnya kecuali karena kepepet – ya butuh likuiditas tadi.
Karena situasi kepepet likuiditas ini menggejala secara luas, maka tidak dapat dihindarkan harga emas dunia jatuh kemarin. Meskipun demikian turunnya harga emas dunia belum tentu sejalan dengan pasar emas lokal; pasar emas fisik khususnya di Indonesia bisa jadi tidak serta merta turun setajam harga emas dunia tersebut.
Pertama karena emas belum menjadi komponen investasi yang significant bagi investor institusional Indonesia, sehingga tidak banyak yang menjual emas karena memang tidak banyak yang memilikinya.
Kedua karena bisa jadi problem likuiditas di Indonesia belum separah yang dialami negara-negara lain – mudah-mudahan saja memang demikian, sehingga bagi sebagian besar masyarakat investor belum dalam posisi kepepet untuk menjual assetnya yang berharga tersebut.
Lantas perlukah sekarang kita memperbanyak komposisi emas atau Dinar dalam investasi kita - mumpung harga lagi murah-murahnya ?. Jawabannya tergantung.
Illustrasi disamping barangkali bisa membantu Anda merencanakan investasi dan proteksi nilai Anda.
Bila sekiranya dana yang kita miliki tersebut akan kita butuhkan dalam waktu dekat – kurang dari enam bulan ini misalnya – maka menukarnya ke emas/Dinar belum tentu menjadi pilihan yang tepat. Saat Anda butuhkan harga emas/Dinar tersebut bisa jadi masih relative rendah dalam enam bulan kedepan.
Sebaliknya bila dana yang Anda miliki akan Anda gunakan untuk keperluan jangka panjang seperti biaya sekolah anak dan naik haji misalnya, maka mengamankannya dalam bentuk asset fisik seperti emas atau Dinar ini bisa jadi kesempatan terbaik Anda saat ini….mumpung uang kertas Anda masih berharga sangat baik sekarang. Wallahu A’lam.
Disclaimer :
Meskipun seluruh tulisan dan analisa di blog ini adalah produk dari kajian yang hati-hati dan dari sumber-sumber yang umumnya dipercaya di dunia bisnis, pasar modal dan pasar uang; kami tidak bertanggung jawab atas kerugian dalam bentuk apapun yang ditimbulkan oleh penggunaan analisa dan tulisan di blog ini baik secara langsung maupun tidak langsung.
Menjadi tanggung jawab pembaca sendiri untuk melakukan kajian yang diperlukan dari sumber blog ini maupun sumber-sumber lainnya, sebelum mengambil keputusan-keputusan yang terkait dengan investasi emas, Dinar maupun investasi lainnya.
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar