Selamat Datang di GERAI DINAR SIDOARJO

Selamat Datang di GERAI DINAR SIDOARJO


Kami melayani pembelian dan penjualan koin emas dinar dan koin perak dirham untuk wilayah Sidoarjo dan sekitarnya. Kami pun menyediakan berbagai artikel yang berkaitan dengan perkembangan dinar dan dirham, informasi pengguna m-dinar. Kami tidak melakukan jual beli dinar berupa mata uang kertas.

TIPS Menyimpan Emas & Perak

TIPS !!!
1. Simpan di tempat aman semisal brankas, box emas atau kaleng anti karat.
2. Hindari dari Api dan Air serta tempat yang kelembabannya tinggi.
3. Hindari perawatan berlebih seperti mencuci dengan memberi hansanitiser, cukup dengan menggunakan tisu dengan lembut.
4. Jauhkan dari jangkauan anak-anak.
5. Jaga Sertifikat pada Dinar dan Dirham, jangan sampai rusak letakkan pada tempat penyimpanan yang rapi

Pencarian

Jumat, 18 September 2020

Local Food and Fuel untuk Melawan Resesi

Local Food and Fuel untuk Melawan Resesi

Suramnya ekonomi dunia tahun ini diungkap dengan jelas dalam laporan rutin IMF yang bertajuk  World Economic Outlook Update. Dalam laporan terbarunya, IMF memprediksi hanya ada dua negara di dunia yang pertumbuhan ekonominya bisa positif tahun ini, yaitu China (+1%) dan Mesir (+2%). Negara-negara maju rata-ratanya diprediksi minus 8%, sedangkan emerging market dan developing countries diperkirakan rata-ratanya minus 3%.

 

 

 

Kita yang di Indonesia sudah akan beruntung bila tahun ini tidak tumbuh (tumbuh 0%), karena IMF masih memprediksi kita tahun ini tumbuh sedikit dibawah itu (-0.3%). Tetapi tentu kita tidak perlu menyerah dengan prediksi IMF tersebut. Kita justru memiliki peluang besar untuk selamat dari resesi ini karena kita memiliki dua hal utama yang dibutuhkan, yaitu produksi dan konsumsi.

 

Senin, 07 September 2020

E10 : BBM Dari Rakyat Untuk Rakyat

E10 : BBM Dari Rakyat Untuk Rakyat

Hari-hari ini ada wacana penghapusan premium dan pertalite yang sedang diperdebatkan di atas, sedangkan rakyat kebanyakan seperti kita-kita tetap dalam gelap - sulit memahami what going on actuall

 Apapun kebijakan yang nantinya ditempuh, rakyat harus yang paling diuntungkan. Dan menurut saya, ini hanya bisa terjadi bila rakyat kebanyakan dibina dan diberi kesempatan untuk bisa ikut mengisi kebutuhan bahan bakar kita sendiri - minimal sebagiannya.

Konsep E10 misalnya, yaitu 10% Ethanol dalam campuran bensin - sangat mungkin diberikan ke masyarakat luas untuk kesempatan men-supply Ethanol-nya. Selama ini memang ada dua kendala besar dalam produksi Ethanol ini, tetapi keduanya kini berhasil kita atasi.

Rabu, 22 Juli 2020

New Normal Is Just the New Beginning ?

New Normal Is Just the New Beginning ?



Apa yang disebut kenormalan baru atau new normal kini memenuhi seluruh bumi ini, di jalan-jalan, kantor dan tempat umum dipenuhi oleh orang-orang tanpa wajah - karena wajahnya tertutup oleh masker yang dikenakannya. Bahkan juga di tempat-tempat yang sensitif yang dalam old normal tidak boleh menutup wajah seprti di kasir bank, di ATM, di pesawat, imigrasi dlsb., kini orang tetap harus menutup wajah.

Tak pelak lagi ini bisa menimbulkan bahaya baru dari sisi security - karena tiba-tiba CCTV yang terpasang di seluruh tempat-tempat sensitif-pun nyaris tidak lagi berfungsi, karena toh walau masih bisa melihat postur tubuh tetapi wajah tidak lagi nampak. Walhasil masker tetap diperlukan untuk mencegah virus, tetapi masalah security juga harus diatasi.

Jumat, 17 Juli 2020

Industry 0.0 : Vision, Mission and Values

Industry 0.0 : Vision, Mission and Values


Dalam setiap gerakan, usaha ataupun isntitusi diperlukan adanya keterbukaan visi, misi dan tata nilai yang dianutnya - agar para stakeholders-nya bisa saling memahami, dan memutuskan untuk bergabung atau tidaknya setelah memahami visi, misi dan tata nilai ini. Maka demikian pula gerakan pemikiran tentang Industry 0.0 yang kami gagas, perlu dijelaskan visi, misi dan tata nilai yang kami kembangkan sehingga para peminat dan pemerhati pemikiran ini bisa melihatnya secara terbuka dan menyeluruh.

Sebagaimana konsep pemikiran mendasar tentang Industry 0.0, yaitu industri yang sudah ada sejak ribuan tahun lalu dan akan terus relevan melampau zaman Industry 1.0 sampai 4.0 dan selanjutnya, maka demikian pula visi Industry 0.0 sudah ada contohnya sejak ribuan tahun silam.

Saya hanya memformulasikan dengan bahasa kaumnya sekarang, yaitu bahasa industri kekinian. Visi ini dicontohkan oleh bapak para Nabi yaitu Nabi Ibrahim Alaihi Salam yang tertuang dalam do'anya yang diabadikan Allah dalam Al-Qur'an. Beliau berdo'a agar negeri yang akan ditinggali anak cucunya kelak agar menjadi negeri yang aman dan penduduknya diberi rezeki dari buah-buahan, yaitu untuk mereka yang beriman kepada Allah dan hari akhir.

Kamis, 09 Juli 2020

Industry 0.0 : How It Works ?

Industry 0.0 : How It Works ?


Sejak saya memperkenalkan konsep Industry 0.0, banyak sekali pertanyaan menyangkut apa dan bagaimana serta contoh-contoh konkritnya, perbedaan dengan Industry 1.0 s/d 4.0 dst. Maka melalui tulisan ini saya berikan satu contoh aplikasi Industry 0.0 yang sangat relevan saat ini sekaligus menjawab sebanyak mungkin pertanyaan-pertanyaan tersebut. Saya berikan contoh bagaimana Industry 0.0 dapat berkontribusi mengatasi pandemi Cobid-19 dan resesi ekonomi yang menjadi ikutannya.

Pertama apa yang membedakan Industry 0.0 dari Industry 1.0 s/d 4.0 dalam menyikapi pandemi Covid-19 ? Dengan konsep Industry 1.0 s/d 4.0 yang mendorong kapitalism, pandemi Covid-19 dipandang sebagai peluang. Berbagai pihak  berusaha mengatasi masalah bersama ini sambil melihat peluang nya masing-masing. Dari perusahaan pembuat alat pelindung diri, masker yang sederhana sampai alat bantu pernafasan yang canggih  mayoritasnya dibuat dengan orientasi profit - mumpung yang butuh lagi banyak. Perusahaan farmasi berlomba menghasilkan vaksin karena siapa yang bisa menghasilkan vaksin duluan harga sahamnya akan melonjak tajam karena mengantisipasi keuntungan yang  selangit dari vaksin yang dibutuhkan oleh umat se dunia ini, dlsb.

PERGERAKAN HARGA DINAR EMAS 24 JAM

Mengenal Dinar dan Dirham
Standarisasi berat uang Dinar dan Dirham mengikuti Hadits Rasulullah SAW,”Timbangan adalah timbangan penduduk Makkah, dan takaran adalah takaran penduduk Madinah” (HR. Abu Daud). Pada zaman Khalifah Umar bin Khattab sekitar tahun 642 Masehi bersamaan dengan pencetakan uang Dirham pertama di Kekhalifahan, standar hubungan berat antara uang emas dan perak dibakukan yaitu berat 7 Dinar sama dengan berat 10 Dirham.
Berat 1 Dinar ini sama dengan 1 mitsqal atau kurang lebih setara dengan berat 72 butir gandum ukuran sedang yang dipotong kedua ujungnya . Dari Dinar-Dinar yang tersimpan di musium setelah ditimbang dengan timbangan yang akurat maka di ketahui bahwa timbangan berat uang 1 Dinar Islam yang diterbitkan pada masa Khalifah Abdul Malik bin Marwan adalah 4.25 gram, berat ini sama dengan berat mata uang Byzantium yang disebut Solidos dan mata uang Yunani yang disebut Drachma.
Atas dasar rumusan hubungan berat antara Dinar dan Dirham dan hasil penimbangan Dinar di musium ini, maka dapat pula dihitung berat 1 Dirham adalah 7/10 x 4.25 gram atau sama dengan 2.975 gram .
Standar kadar dan berat inipun tidak hanya di sertifikasi secara nasional oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN), tetapi juga oleh lembaga sertifikasi logam mulia internasional yang sangat diakui yaitu London Bullion Market Association(LBMA).
Seperti di awal Islam yang menekankan Dinar dan Dirham pada berat dan kadarnya - bukan pada tulisan atau jumlah/ukuran/bentuk keping - maka berat dan kadar emas untuk Dinar serta berat dan kadar perak untuk Dirham produksi Logam Mulia di Indonesia saat ini memenuhi syarat untuk kita sebut sebagai Dinar dan Dirham Islam zaman sekarang.
Seluruh Dinar dan Dirham yang diperkenalkan & dipasarkan oleh Gerai Dinar adalah produksi langsung dari Logam Mulia - PT. Aneka Tambang, Tbk..
Copas dari Buku "Mengembalikan Kemakmuran Islam dengan Dinar dan Dirham " oleh : Muhaimin Iqbal