Jumat, 29 Mei 2020

Probiotic Food dan Prophetic Food

Probiotic Food dan Prophetic Food

Manusia modern tidak henti-hentinya berinovasi untuk menemukan makanan yang menurutnya baik, maka bermunculanlah berbagai istilah makanan  yang disebut  functional food, nutraceutical, probiotic food, symbiotic food dan entah apa lagi yang nantinya akan muncul lagi dari keinginan manusia untuk bisa makan lebih baik.

Pencarian-pencarian oleh manusia ini menghasilkan dzon, yang kadang benar dan kadang juga bisa salah. Kadang benar sesaat, kemudian belakangan diketahuai bahwa ternyata makanan tersebut keliru, begitu seterusnya.

Lantas bagaimana kita bisa melakukan verifikasi apakah makanan atau pola makan kita itu sudah benar atau belum ? Menurut saya hanya satu benchmark atau tolok ukurnya yang abadi  yaitu - makanan yang berasal dari petunjukNya langsung atau dicontohkan oleh NabiNya langsung - yang untuk menggunakan 'bahasa kaumnya' jaman sekarang saya sebut Prophetic Food - yaitu makanan yang dicontohkan oleh Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam, dan  bahkan juga oleh nabi-nabi sebelumnya.

Sabtu, 23 Mei 2020

Makanan Yang Membuat Tidak Miskin

Makanan Yang Membuat Tidak Miskin


Hilangnya kemiskinan dan nihilnya kelaparan (No Poverty and Zero Hunger) adalah goals pertama dan kedua dari 17 goals yang disepakati oleh negara-negara di dunia  dengan apa yang disebut Sustainable Development Goals atau SDGs. Target pencapian SDGs ini semula adalah 2030, namun  banyak kalangan meragukan pencapaian ini lebih-lebih setelah adanya pandemi global Covid-19 yang dialami oleh hampir seluruh negara di dunia tahun ini.

Saya melihat justru sebaliknya, pandemi covid-19 bisa menjadi momentum global untuk mempercepat program pengentasan kemiskinan dan pengatasan problem kelaparan - yaitu apabila masyarakat di dunia mau berubah - itu saja syaratnya. Dan peluang masyarakat untuk­­­ berubah ini menjadi semakin besar ketika masyarakat kepepet - seperti dilanda pandemi, hilangnya pekerjaan, tekanan ekonomi dan lain sebagainya yang kini terjadi secara massif di seluruh dunia.

Mengapa saya sangat yakin dengan pendapat saya ini ? karena ada dasar hukum yang sangat kuat untuk masalah makanan dan kemiskinan ini baik yang berasal dari Al-Qur;an maupun hadits. Kita tahu bahwa kemiskinan dan kelaparan itu amat erat dan keduanya beririsan di masalah makanan, ketika makanan kita bener - maka akan hilang dengan sendirinya kelaparan dan kemiskinan itu.

Kamis, 07 Mei 2020

Virtual Human Melawan Covid-19, Mungkinkah ?

Virtual Human Melawan Covid-19, Mungkinkah ?

Sebuah konsorsium dari sejumlah perguruan tinggi dan berbagai industri dunia telah lama membangun apa yang disebut The CompBioMed Centre of Excellence yang antara lain untuk merealisasikan konsep Virtual Human. Bahkan tidak kurang badan-badan dunia seperti WHO dan ITU (International Telecommunication Union) telah rutin pula bertemu untuk implementasi Artificial Intelligence dalam bidang medis.

Mengapa hal ini penting? Jauh sebelum krisis Covid-19 melanda dunia, WHO sebenanrya telah memprediksi bahwa dunia akan kekurangan dokter dan tenaga medis sampai 12.5 juta pada tahun 2035. Tentu kekurangan ini akan sangat melonjak setelah fenomena meluasnya pandemi Covid-19.

Pertama karena ini pertama kali dalam sejarah modern korban wabah bisa begitu besar dan kedua banyaknya tenaga medis yang terkena dampak dari virus ini karena interaksinya dengan para penderita. Itulah mengapa konsep Virtual Human atau juga disebut Real Avatar menjadi relevan.

Selasa, 05 Mei 2020

Opportunity in Democratized Economy

Opportunity in Democratized Economy

Ada megatrend besar yang terjadi di sekitar kita tanpa kita sadari sebagai dampak dari pandemi Covid-19. Tiba-tiba saja kita dibanjiri penjualan beraneka produk dari tetangga-tetangga dan teman-teman dekat kita.

Sebut saja megatrend ini adalah demokratisasi ekonomi, dimana setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk terlibat aktif dalam kegiatan ekonomi. Tidak lagi dibutuhkan modal besar untuk membangun restoran, tetapi ibu-ibu rumah tangga sudah bisa langsung jualan masakannya sehari-hari. Tidak lagi dibutuhkan shopping mall yang mahal untuk teman-teman kita dapat langsung menjual produk-produk yang biasanya ada di mall.

Dan bagi yang bisa memanfaatkan megatrend ini, peluangnya tidak hanya terjadi selama pandemi Covid-19 saja, peluangnya akan terus berlanjut meskipun mudah-mudahan dalam waktu dekat Covid-19 ini segera berlalu.