Jumat, 24 April 2020

Solusi yang Banyak dan Luas

Solusi yang Banyak dan Luas

Dampak Covid-19 sungguh diluar perhitungan dan antisipasi siapa pun di dunia modern ini, tidak ada negara yang nampaknya siap menghadapi pandemi global ini, baik untuk mengatasi pandemi nya sendiri, maupun dampak ekonominya. Negara-negara maju di Dunia Barat justru memimpin dalam pencatatan jumlah penderita dan korban meninggal, belum terhitung dampak ekonomi yang akan dialaminya selama dan sesudah pandemi ini berlalu.

Negeri kita yang luas dan subur pun tidak bisa terbebas dari pandemi ini, meskipun jumlah penderitanya relatif dibandingkan dengan jumlah penduduk kita yang masih belum tertalu besar, tetapi kita tidak bisa meng-underestimate-kan potensi meluasnya penyakit ini dan dampak ekonominya.

Selasa, 21 April 2020

Hidangan Paripurna

Hidangan Paripurna

Di bulan-bulan Ramadhan sebelumnya, hari-hari menjelang awal Ramadhan ini menjadi kesibukan yang luar biasa untuk para keluarga merencanakan hidangan Ramadhannya, baik untuk berbuka puasa, takjil, dan makan sahurnya. Namun kali ini puasa Ramadhan akan kita lalui dengan cara yang sangat berbeda, tidak leluasa lagi ibu-ibu untuk berbelanja di pasar-pasar, dan para penjajak takjil di setiap sudut kota. Puasa kali ini akan kita lalui dengan sunyi termasuk juga dengan hidangannya.

Namun tidak perlu khawatir, insyaAllah ada hidangan yang paripurna, yaitu hidangan yang super lengkap yang petunjuknya ada di Al-Qur'an yaitu Surat 'Abasa mulai dari ayat 23 sampai dengan ayat 32. Maka di bulan turunnya Al-Qur'an ini, tadabbur Al-Qur'an kita insyaAllah akan terasa sangat mendalam bila kita hayati dan kita praktikan langsung sampai ke detail detailnya, seperti dalam urusan makanan ini.

Senin, 20 April 2020

Food Security Defined

Food Security Defined

Kalau food security itu dipahami sebagai tersedianya beras secara cukup, pasti kita akan mengalami banyak kesulitan untuk mencapainya. Produksi beras membutuhkan lahan-lahan yang paling subur di Jawa dengan air yang melimpah, sedangkan ketersediaan lahan dan air ini yang semakin hari semakin menjadi kendala ketika penduduk tumbuh.

Bila food security itu dipahami kita bisa terus membeli gandum yang cukup untuk membuat roti dan mie instan, pasti cadangan devisa kita akan terus tersedot untuk impor bahan pangan yang justru bertolak belakang dengan konsep food security itu sendiri.

Bila kita persepsikan food security itu adalah ketersediaan dan keterjangkauan harga daging  dan produk ternak lainnya bagi kebanyakan masyarakat kita, pasti kita justru akan semakin tergantung pada negara lain melalui dua cara, yaitu impor daging dan susu dari negeri-negeri yang bisa memproduksinya dengan murah, atau impor bahan baku pakan ternak yang terus meningkat agar kita bisa memproduksi daging, susu dan telur sendiri secara cukup.

Bila food security kita persepsikan pada kecukupan dan keterjangkauan bahan makanan pokok lainnya seperti gula, pasti kita juga akan terus memilih impor saja - karena meskipun Indonesia pernah menjadi eksportir gula terbesar di dunia tahun 1929, kini hampir seabad setelahnya kita menjadi salah satu negeri pengimpor gula terbesar di dunia. Produksi dalam negeri kita tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan kita sendiri, dan kalau kita paksakan juga belum tentu menarik secara ekonomis.

Rabu, 15 April 2020

Distributed FEW

Distributed FEW

Pandemi Covid-19 yang berdampak sangat luas secara global dan memukul ekonomi dunia ke situasi krisis yang terburuk setelah perang dunia ke-2 harusnya menyisakan pelajaran yang sangat-sangat penting bagi seluruh umat manusia di zaman super modern ini. Bahkan di zaman yang semua teknologi begitu maju, ternyata kita tidak berdaya melawan musuh bersama yang begitu kecil yang tiba-tiba saja meluluh-lantakan ekonomi dunia.

Pelajarannya antara lain adalah bahwa virus ini sendiri menyebar dengan begitu pesat justru di era globalisasi karena pergerakan dan interaksi manusia yang sangat global nyaris tidak ada tempat di dunia yang bebas dari virus ini, kecuali daerah-daerah terpencil yang interaksinya dengan manusia lain terbatas.

Bahkan di tingkat nasional, upaya untuk mengisolasi daerah demi daerah pun ternyata tidak mudah, karena begitu banyak ketergantungan satu daerah terhadap daerah lainnya dalam pemenuhan kebutuhan pokok. Dari sini seharusnya kita bisa memetik pelajaran yang sangat berharga di antaranya adalah bagaimana seharusnya suatu negara atau suatu daerah bisa semaksimal mungkin memenuhi kebutuhan pokoknya sendiri, sehingga memiliki daya tahan yang lebih baik bila kejadian seperti pandemi Covid-19 ini berulang di masa depan.

Rabu, 01 April 2020

ALHAYA Humanity Logistic

ALHAYA Humanity Logistic

Seluruh Dunia saat ini sedang berperang dengan musuh bersamanya yaitu Covid-19. Sebagaimana perang pada umumnya, ada tentara-tentara yang berjibaku mempetaruhkan nyawa di garis depan yaitu para dokter dan tenaga medis. Lantas peran apa yang bisa dimainkan oleh orang-orang kebanyakan seperti kita ?

Banyak sekali yang bisa kita ikut perankan dalam peperangan besar ini. Patuhnya kita pada pemimpin kita juga sudah menjadi peran tersendiri karena bisa dibayangkan bila sekian ratus juta orang ini punya gagasan-gagasan sendiri dan tidak mematuhi anjuran-anjuran pemimpinnya seperti anjuran untuk social distancing, bisa dibayangkan dampak beratnya tugas pasukan di garis depan karena akan sangat banyak yang perlu perawatan.

Di sisi lain, sebagaimana perang pada umumnya juga sangat membutuhkan logistik yang memadai, baik itu logistik berupa bahan kebutuhan pokok maupun logistik berupa obat-obatan dan peralatan medis. Tentu pemerintah punya kekuatan besar untuk logistik ini karena dalam kendali mereka lah segala sumber daya besar negeri ini berada.