Senin, 29 Juli 2019

Zakah for No Poverty and Zero Hunger in SDG’s

Zakah for No Poverty and Zero Hunger in SDG’s

Setelah merdeka selama 74 tahun, negeri yang hijau royo-royo ini masih terus tertatih-tatih untuk bisa memenuhi kebutuhan dasar rakyatnya khususunya dalam hal swasembada pangan. Konon kita memang pernah swasembada pangan yang diakui dunia tetapi mayoritas tahun-tahun lainnya kita masih harus mengimport begitu banyak bahan makanan dari luar negeri, import beras bahkan naik dari kisaran 800an ribu ton tahun 2015 menjadi diatas 2 juta ton tahun 2018 lalu.
            Swasembada pangan yang begitu sulit yang telah kita upayakan selama 74 tahun ini bisa jadi solusinya sesungguhnya ada dipelupuk mata kita tetapi kita justru tidak melihatnya. Solusi itu adalah zakat pertanian, yang seharusnya benar-benar diterapkan oleh mayoritas penduduk negeri ini yang notabene mayoritas muslim ini.
            Mungkin timbul pertanyaan disebagian besar kita, “masa petani yang miskin harus membayar zakat ? dan bahkan dengan zakat pertanian yang begitu besar yang mencapai 5% atau 10% ?” Jawabannya adalah pada pemahaman tentang konsep zakat itu sendiri yang nampaknya masih perlu disebarluaskan secara sangat masif.
           

Sabtu, 20 Juli 2019

Food Security Ala Nabi Yusuf

Food Security Ala Nabi Yusuf

Masih dibulan syawal, waktu yang tepat bagi kita untuk menindaklanjuti hasil puasa kita berlapar-lapar selama 1 bulan penuh di bulan Ramadhan kemarin. Apa pelajaran yang tersisa dari ibadah rutin kita sebulan penuh setiap tahun itu? Apa cukup dengan berlapar-lapar sebulan tetapi setelah itu tidak ada tindak lanjutnya?

Puasa merupakan syariat yang begitu penting dalam agama ini, tentu membawa pesan yang juga teramat sangat penting. Salah satunya yang saya tangkap adalah terkait langsung dengan rasa lapar ketika kita berpuasa. Kita diajarkan untuk merasakan lapar sebulan penuh antara lain agar tumbuh empati kita terhadap orang lain yang merasakan lapar, sebagian mereka lapar setiap hari atau sehari makan sehari lapar dan di zaman modern ini masih ada sekitar 800 juta orang di dunia yang masih harus merasa lapar dengan terpaksan.

Jadi puasa kita harus menjadi pemicu bagi kita untuk bisa mengentaskan kelaparan yang dirasakan oleh orang lain. Itulah mengapa ada pesan lain bagi orang yang tidak peduli terhadap laparnya orang lain atau tidak menganjurkan memberi makan, sudah cukup baginya untuk di cap sebagai pendusta agama (QS 107: 1-3).