Rabu, 30 Agustus 2017

SALTBIC : Salt Basic Industries

SALTBIC : Salt Basic Industries

Bila Saudi Arabia memiliki SABIC (Saudia Arabia Basic Industries Corporation) yang memproduksi segala macam chemicals, polymers dan fertilizers untuk kebutuhan pasar export, itu karena mereka punya bahan bakunya yang melimpah – yaitu hasil samping ekstraksi minyak. Kita tidak memiliki minyak sebanyak mereka, tetapi kita memiliki sumber bahan baku  yang tidak kalah menariknya – yaitu garam laut. Garam ini sesungguhnya juga bisa menjadi bahan baku untuk industri dasar yang tiada habis-habisnya.

Hanya sekitar 6 % garam dunia yang dikonsumsi manusia untuk penyedap makanannya, selebihnya yang paling besar adalah untuk industri. Ada sekitar 14,000 – 15,000 jenis produk yang ada di sekitar kita yang dibuat dari garam atau proses produksinya memerlukan garam.

Rabu, 23 Agustus 2017

Sembilan Mukjizat Musa

Sembilan Mukjizat Musa

Kalau Allah menyebutkan sesuatu secara berulang-ulang dengan ulangan yang begitu banyak, pasti ada pesan yang amat sangat penting yang hendak disampaikanNya. Salah satu yang disebut sangat banyak itu adalah tentang Musa Alaihi Salam – yng penyebutannya di Al-Qur’an sampai sekitar 190-an kali ! Ada apa dengan Nabi yang diajak bicara langsung oleh Allah di lembah yang suci Thuwa ini ? Ada apa dengan 9 mukjizatnya ? Ternyata semuanya amat sangat relevan dengan kehidupan di umat akhir Jaman ini.

Saya pernah menulis tentang Ekonomi Tsamudian – ekonominya bangsa Tsamud, yaitu ekonomi yang hanya dikuasai segelintir kelompok – 9 orang yang berbuat kerusakan di muka bumi (QS 27:48). Bukankah yang mengusai ekonomi kita juga tidak lebih dari 9 orang atau kelompok ini ? Bahkan mereka sendiri yang membuat istilah untuk kelompoknya ini ?

Bila untuk Kaum Tsamud diturunkan Nabi Saleh, untuk bangsa Mesir yang sudah sangat maju pada jamannya – kita bisa lihat peninggalan-peninggalannya hingga kini, ketika yang memimpin adalah Fir’aun kemajuan itu juga menimbulkan begitu banyak kerusaan dan kedzaliman. Oleh karenanya dibutuhkan Nabi sekelas Musa – yang diajak bicara langsung oleh Allah di lembah suci Thuwa. Dialog ini diabadikan dalam puluhan ayat yang sangat indah di Surat Thaha mulai ayat 11.

Jumat, 11 Agustus 2017

Jalesveva Jayamahe

Jalesveva Jayamahe

Motto yang digunakan oleh TNI Angkatan Laut ini berasal dari bahasa sansekerta yang terjemahan bebasnya adalah di air-air (laut) lah kita berjaya. Ungkapan ini digunakan sejak jaman Majapahit sebagai sarana untuk memotivasi angkatan lautnya, maka kekuatan angkatan laut kita sejak jaman Majapahit memang layak untuk disyukuri. Tetapi kejayaan di laut mestinya tidak terbatas pada kekuatan militer, di bidang ekonomi khususnya masalah transportasi, pangan dan energi – kita juga harus bisa berjaya. Berikut adalah guidance (huda !) agar kita berjaya di laut yang inspirasinya diambilkan dari The Book of Guidance yaitu Al-Qur’an.

Di bidang transportasi, kita harus mengubah kalimat melangkolis yang menyebut ‘…dipisahkan dengan lautan…’, menjadi ‘…dihubungkan oleh lautan…’. Mengapa demikian ? Tranportasi laut adalah transportasi yang paling murah, karena kendaraan laut (kapal) tidak perlu menaiki gunung dan turun lembah , semua jalan di laut adalah datar dan dengan gesekan yang minimum, bahan bakar menjadi paling murah. Laut adalah penghubung, bukan pemisah !

Bila pemda DKI susah-payah mem-persuade warganya agar mau naik kendaraan umum untuk mengurangi kemacetan, warga di daerah-daerah kepulauan mau-tidak mau memang harus menggunakan kendaraan umum dalam berbagai bentuk penyeberangan. Di hari-hari sibuk padat lalu lintas, yang macet adalah jalan-jalan darat, bukan jalan laut.

Kamis, 10 Agustus 2017

Dicari : CEO mbut-mButan

Dicari : CEO mBut-mButan

Entah siapa yang menemukan ide membuat juice buah dengan mesin blender, tetapi bagi kalangan yang concern terhadap nutrisi dan kesehatan – konon blender merusak nutrisi. Lalu muncullah mesin-mesin mahal  kategori slow juicer – yang katanya bisa membuat juice dengan nutrisi yang relatif tidak rusak karena proses membuat juice-nya menggunakan mesin yang berputaran rendah, jadi tidak timbul panas yang merusak nutrisi. Tetapi jauh sebelum blender dan slow-juicer ditemukan, masyarakat jawa kuno sudah menemukan cara membuat juice yang paling efektif. Tidak perlu alat, bahkan tidak perlu mengupas kulit buah.

Yang biasa dibuat juice dengan cara ini adalah buah mangga, khususnya lagi jenis buah mangga kepodang – yang ukurannya pas segenggaman tangan kita. Bagaimana cara membuatnya ?

Senin, 07 Agustus 2017

Ketika Tangan Musa Bercahaya

Ketika Tangan Musa Bercahaya

Setidaknya sampai dua kali Allah menjelaskan mukjizat di tangan Musa yang bercahaya dan tanpa cacat sebagai tanda-tanda kekuasaanNya, karena ada pemahaaman yang keliru dari umat-umat sebelumnya yang berpendapat putihnya tangan Musa tersebut karena lepra. Tetapi Al-Qur’an bukan hanya kebenaran cerita, dia juga petunjuk. Petunjuk apa yang ada di tangan Musa yang bercahaya ini ? Di jaman ultra modern ini, salah satunya adalah petunjuk tentang sumber energi masa depan yaitu energi dari lambaian tangan !

Perhatikan ayat-ayatNya berikut :

Dan kepitkanlah tanganmu ke ketiakmu, niscaya ia keluar menjadi putih cemerlang (bercahaya) tanpa cacat sebagai mukjizat yang lain, untuk Kami perlihatkan kepadamu sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Kami yang sangat besar.” (QS 20 :22-23)

Masukkanlah tanganmu ke leher bajumu, niscaya ia keluar putih (bercahaya) tidak bercacat bukan karena penyakit, dan dekapkanlah kedua tanganmu bila ketakutan, maka yang demikian itu adalah mukjizat dari tuhanMu…” (QS 28 :32)

Ketika Tangan Musa Bercahaya

Ketika Tangan Musa Bercahaya

Setidaknya sampai dua kali Allah menjelaskan mukjizat di tangan Musa yang bercahaya dan tanpa cacat sebagai tanda-tanda kekuasaanNya, karena ada pemahaaman yang keliru dari umat-umat sebelumnya yang berpendapat putihnya tangan Musa tersebut karena lepra. Tetapi Al-Qur’an bukan hanya kebenaran cerita, dia juga petunjuk. Petunjuk apa yang ada di tangan Musa yang bercahaya ini ? Di jaman ultra modern ini, salah satunya adalah petunjuk tentang sumber energi masa depan yaitu energi dari lambaian tangan !

Perhatikan ayat-ayatNya berikut :

Dan kepitkanlah tanganmu ke ketiakmu, niscaya ia keluar menjadi putih cemerlang (bercahaya) tanpa cacat sebagai mukjizat yang lain, untuk Kami perlihatkan kepadamu sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Kami yang sangat besar.” (QS 20 :22-23)

Masukkanlah tanganmu ke leher bajumu, niscaya ia keluar putih (bercahaya) tidak bercacat bukan karena penyakit, dan dekapkanlah kedua tanganmu bila ketakutan, maka yang demikian itu adalah mukjizat dari tuhanMu…” (QS 28 :32)

Selasa, 01 Agustus 2017

Men-Disrupt Kejumudan

Men-Disrupt Kejumudan

Kalau kita harus impor gandum, saya masih bisa paham – lha wong kita terlanjur suka makan roti dan mie sedangkan gandum tidak ditanam di negeri ini. Impor kedelei ? saya mulai kurang paham karena kedelai bisa tumbuh dimana saja di negeri ini, demikian pula dengan impor gula – kita menanam tebu sejak jaman Belanda. Yang membuat saya sungguh sangat tidak paham adalah mengapa kita harus impor garam ? Lha wong kita negeri bahari dengan total pantai yang terpanjang di dunia, masak harus impor garam sih ? pasti ada yang very-very seriously wrong dalam pengelolaan sumber daya alam kita !

Dan impor kita tidak tanggung-tanggung, bila pada umumnya setiap bulan kita mengimpor antara 100,000 – 300,000 ton dari Australia, India, China dan bahkan juga dari Jerman ! Bulan April 2017 lalu kita mulai melampaui angka psikologis atas – menjadi 320,000 ton. Dan tidak berhenti disini, impor garam masih akan terus meningkat. Mengapa ?

Menurut Assosiasi Industri Pengguna Garam Indonesia (AIPGI) kebutuhan garam kita – mayoritas kebutuhan untuk industri – mencapai 4.1 juta ton per tahun, sedangkan produksi nasional garam kita hanya di kisaran 1.7 – 1.8 juta ton per tahun. Artinya, lebih dari separuh kebutuhan garam kita harus diimpor.