Sedekah Yang Wangi
- Oleh : Muhaimin Iqbal
Ada kebiasaan cerdas dan mulia dari Ummul Mukminin Aisyah Radlianllahu ‘Anha yang tidak terbayangkan oleh kita yang hidup di jaman ini. Yaitu bila ada pengemis mengetuk rumahnya, beliau mengusap uangnya dengan minyak wangi baru kemudian menyedekahkannya kepada si pengemis. Ketika ada yang bertanya mengapa beliau melakukan ini, dijelaskannya bahwa sedekah tersebut sampai di tangan Allah sebelum sampai di tangan pengemis – beliau ingin ketika sampai di tangan Allah sedekahnya dalam kondisi wangi !
Dalam kesempatan lain ada pengemis mengetuk rumah Siti Aisyah dan Barira pembantunya yang membukakan pintu. Pengemis tersebut berucap : “Wahai keluarga Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasalam, beri saya sesuatu”. Siti Aisyah mendengarnya dari dalam rumah dan bertanya ke pembantunya, “Siapa dia ?” , Barira menjawab : “Pengemis, dan kita hanya punya segenggam gandum untuk engkau berbuka puasa”.
Siti Aisyah kemudian memerintahkan ke pembantunya : “Berikan itu kepadanya, Allah akan memberi untukku”. Lalu Barira memberikan bahan makanan satu-satunya yang ada tersebut kepada si pengemis. Hari sudah sore dan sampai magrib tiba, Siti Aisyah tidak memperoleh sesuatu untuk berbuka puasa. Maka dia berbuka puasa dengan air putih.
Ketika terjadi El Nino tahun 2015 – musim kering panjang kita alami karena suhu muka laut yang meningkat di Samudra Pacifik area Khatulistiwa, akibatnya supply uap air yang berkurang di wilayah Indonesia sehingga mengalami kemarau panjang dan minimnya curah hujan.
Dasar hadits-nya sama dengan uang yang berbasis emas, diriwayatkan oleh hampir seluruh perawi – tetapi saya ambil yang dari Muslim sebagai berikut : Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda :“Emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, jewawut dengan jewawut, kurma dengan kurma dan garam dengan garam tidak mengapa bila dengan takaran yang sama, dan sama berat serta tunai. Jika jenisnya berbeda, maka juallah sesuka hatimu asalkan secara tunai dari tangan ke tangan” (HR Muslim 2970)
Waktu belajar biologi di SMP dahulu kita dikenalkan dengan hewan memamah biak, yaitu sub-ordo ruminansia seperti sapi, domba,