Sabtu, 25 April 2015

Jahe Setengah Dinar

Jahe Setengah Dinar

Di antara tanaman Al-Qur’an yang belum pernah saya ulas di situs ini adalah Jahe. Literatur tentang jahe ini sangat banyak dan yang tertua bisa dirunut sampai berabad-abad sebelum masehi. Di abad pertengahan jahe adalah perlambang kemakmuran, pedagang-pedagang jahe adalah orang-orang  terkaya pada jamannya. Tidak heran mengapa kemudian jahe menjadi salah satu buruan para penjelajah seperti Marco Polo dan Vasco da Gama. Saat itu harga 1 kg jahe kurang lebih setara seekor anak domba atau sekitar ½ Dinar ! 

Jauh sebelum itu, appresiasi terhadap jahe lebih tinggi lagi. Said Al-Khudri menuturkan bahwa ketika Kaisar Romawi mengirimi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam hadiah, hadiah tersebut berupa sekarung jahe – yang kemudian oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dibagikan ke para sahabat – satu orang satu potong.

Kamis, 09 April 2015

Muslim ‘Minoritas’…


Menurut data CIA, umat Islam di Indonesia saat ini secara jumlah masih berada pada angka 87.2 %. Namun dalam kekuatan ekonomi, sangat bisa jadi kita sudah menjadi ‘minoritas’ di negeri ini. Hal ini dapat kita rasakan betul ketika kita sedang berada di pusat-pusat bisnis di kota besar seperti Jakarta. Bila ada tamu negara yang datang ke negeri ini, sejak turun pesawat, sampai masuk kota, Jl. Sudirman, Thamrin dan kemudian Istana – dia tidak menyaksikan adanya masjid di jalan-jalan utama yang dilaluinya tersebut.

Meningkatkan Kecerdasan Rata-Rata


Sebuah studi terhadap IQ rata-rata dari 113 negara yang dilakukan oleh Richard Lynn dan Tatu Vanhanen beberapa tahun lalu menempatkan rata-rata IQ kita pada urutan ke 20, sementara itu Singapore, Korea Selatan dan Jepang masing-masing di urutan 1,2 dan 3. Pada urutan ke 20 ini IQ kita berada pada angka 88, yaitu masih berada pada range rata-rata normal antara 85 – 115. Bisakah angka IQ rata-rata ini ditingkatkan secara massal ? InsyaAllah bisa ! 

Bahwasanya ada beberapa negara yang ber-IQ rata-rata di atas 100 dan sebagian besarnya dibawah 100, pasti ada sesuatu yang mempengaruhi secara massal sehingga membentuk pola tertentu. Salah satu yang menyebabkan perbedaan IQ tersebut adalah pola makan, karena pola makan bisa diperbaiki – maka IQ rata-rata-pun insyaAllah bisa diperbaiki.

Currency War : Belanda Tidak Lagi Jauh


Beberapa tahun lalu saya sering menulis tentang currency war, tetapi saat itu perang mata uang itu masih terasa jauh karena pemain-pemainnya bukan di sekitar kita. Saat itu yang berperang umumnya adalah Dollar Amerika, Yen, Yuan, Euro, Ruble dlsb. yang rata-rata negeri yang jauh dari kita. Hari-hari ini perang ini menjadi semakin dekat karena negeri jiran kita – Singapore – yang selama ini mata uangnya paling kuat, ikut-ikutan membuat kebijakan monetary easing yang menurunkan daya beli uangnya.