Rabu, 11 Februari 2015

Ayo Berdagang Kembali

Ayo Berdagang Kembali

Kekuatan perdagangan umat ini di masa lalu antara lain terungkap dalam Seminar Numismatika Bank Indonesia 27 Oktober 2009 yang membahas sejarah mata uang Indonesia. Sekitar satu setengah abad setelah VOC merajalela di Nusantara ini, VOC akhirnya memperoleh persetujuan dari Kerajaan Mataram untuk mencetak uangnya sendiri. Uang itu kemudian diberi nama Derham Djawi dan di kedua sisinya bertuliskan huruf Arab. Inilah menariknya, mengapa harus diberi nama Derham dan mengapa harus ditulis dengan huruf Arab ? 

Pada koin Derham Djawi edisi tahun 1765 misalnya,  satu sisinya bertuliskan Ila Jariyat Jawa Al Kabir sedang sisi lainnya bertuliskan Derham Min Kompani Welandawi.  Kedua teks ini intinya menjelaskan bahwa uang Derham tersebut adalah dari perusahaan Belanda untuk Pulau Jawa Besar.

Karena ini kesepakatan VOC dan Kerajaan Mataram, mengapa uang tersebut tidak berbahasa Belanda dengan huruf latin atau dalam bahasa Jawa dengan huruf Jawa ? Uang adalah bahasa perdagangan pada jamannya. Artinya yang dominan di dunia perdagangan saat itu adalah para pedagang muslim yang berbahasa Arab.