Selasa, 15 Mei 2012

Berkontribusi Agar Yang Sedikit Menjadi Cukup…



Ke-optimis-an saya dalam memberikan pelatihan entrepreneurship sering berbenturan dengan realita di lapangan bahwa faktanya mayoritas (calon) entrepreneur gagal mencapai tujuannya. Bahkan statistiknya di dunia-pun hanya 2 % sampai 20 % usaha pemula yang berhasil, tergantung bidang yang dipilih. Tetapi mengapa upaya menghasilkan para entrepreneur tersebut layak untuk terus diperjuangkan ? Ini adalah karena yang gagal-pun sebenarnya berkontribusi pada masyarakat luas dalam menciptakan lapangan pekerjaan dan memberi peluang yang lain untuk berhasil.

Work Smart & Work Hard…



Waktu saya mulai bekerja 25 tahun lalu, pimpinan perusahaan tempat saya bekerja  mengajarkan konsep work smart – kerja secara cerdas. Dia tidak suka kerja lembur dan tidak suka pula bila ada karyawannya yang kerja sampai larut. Menurut dia hanya ada dua kemungkinan ketika orang harus secara rutin bekerja sampai larut, yaitu dia tidak capable untuk menyelesaikan tugas-tugasnya atau beban kerjanya yang terlalu tinggi. Keduanya menunjukkan ada sesuatu yang bermasalah, yang pertama masalah di dirinya sendiri dan yang kedua adalah masalah kemampuan manajemen dari atasannya.

The Next Big Trends : Siapa Yang Akan Ikut Mengubah Dunia…?



Tiga dekade lalu ketika sumber berita utama masih berupa koran, penulis kondang John Naisbitt menulis buku yang legendaris Megatrends. Buku ini kemudian diterbitkan di 57 negara dan terjual sekitar 14 juta copy. Tetapi bagaimana John Naisbitt bisa membuat prediksinya yang begitu memukau dunia dengan hanya membaca koran ?. Ternyata bukan hanya sekedar membaca koran, John Naisbitt membuat prediksinya dengan cara yang lebih ‘primitif’ lagi yaitu dengan mengukur panjang kolom di masing-masing subject yang diamatinya !.

Hidup Di Antara Dua ‘Tetapi’…

Details

Kategori : Umum 

Oleh : Muhaimin Iqbal

‘Tetapi’ adalah satu kata yang luar biasa, Anda bisa menulis beribu kata untuk mengungkapkan sesuatu yang indah – namun begitu Anda tutup tulisan tersebut dengan kata ‘Tetapi’ – maka artinyapun berubah, keindahan-pun bisa sirna karenanya. Sebaliknya juga terjadi, Anda bisa mengungkapkan seribu kata keburukan, kesedihan dan sejenisnya – namun bila Anda tutup dengan kata ‘Tetapi’, keburukan atau kesedihan tersebut akan berubah menjadi tidak seburuk sebelumnya. Nah, kemampuan untuk menghilangkan kata ‘Tetapi’ yang seharusnya tidak ada atau menghadirkan kata ‘Tetapi’ yang memang seharusnya ada – ternyata akan ikut menentukan kwalitas hidup Anda, maka melatihnya menjadi penting.