Selamat Datang di GERAI DINAR SIDOARJO

Selamat Datang di GERAI DINAR SIDOARJO


Kami melayani pembelian dan penjualan koin emas dinar dan koin perak dirham untuk wilayah Sidoarjo dan sekitarnya. Kami pun menyediakan berbagai artikel yang berkaitan dengan perkembangan dinar dan dirham, informasi pengguna m-dinar. Kami tidak melakukan jual beli dinar berupa mata uang kertas.

INFO ...

INFO ........BAGI YANG BERMINAT MENJADI MITRA PENJUALAN GERAI DINAR SIDOARJO. SILAKAN HUBUNGI KAMI VIA EMAIL.


Pencarian

Senin, 03 April 2017

Ketika Iman Diuji

Ketika Iman Diuji

Ketika ada sahabat yang datang kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam minta obat untuk saudaranya yang sakit perut, Nabi memberinya madu. Hingga tiga kali sahabat ini datang karena saudaranya belum juga sembuh, Nabi tetap memberinya madu. Ketika sahabat ini mulai ragu karena sakit perut saudaranya tidak kunjung sembuh, Nabi menguatkan imannya dengan “…Alllah pasti benar, perut saudaramu yang bohong…”. Dan setelah terapi madu ini diteruskan - saudaranya memang sembuh, begitulah antara lain iman itu senantiasa diuji.

Allah menjanjikan madu itu sebagai obat (QS 16:69) – Dia Yang Maha Tahu dan Dia pula yang bisa menyembuhkan penyakit, pastilah janjinya benar – bahkan ketika perut kita mengatakan sebaliknya. Maka benar apa yang dikatakan oleh Siti Aisyah, istri Nabi dan putri dari sahabat terbaik Nabi : “ …seorang tidak bisa dikatakan benar-benar beriman, sampai dia lebih percaya kepada Allah melebihi apa yang ada di genggaman tangannya, melebihi apa yang bisa dilihat (oleh matanya) di genggaman tangannya…”.

Bahkan Allah sendiri yang memberitahu kita bahwa iman kita pasti diuji : “ Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan : “Kami telah beriman” dan mereka tidak diuji ?” (QS 29:2)

Rabu, 29 Maret 2017

Sedekah Yang Wangi

Sedekah Yang Wangi

Ada kebiasaan cerdas dan mulia dari Ummul Mukminin Aisyah Radlianllahu ‘Anha yang tidak terbayangkan oleh kita yang hidup di jaman ini. Yaitu bila ada pengemis mengetuk rumahnya, beliau mengusap uangnya dengan minyak wangi baru kemudian menyedekahkannya kepada si pengemis. Ketika ada yang bertanya mengapa beliau melakukan ini, dijelaskannya bahwa sedekah tersebut sampai di tangan Allah sebelum sampai di tangan pengemis – beliau ingin ketika sampai di tangan Allah sedekahnya dalam kondisi wangi !

Dalam kesempatan lain ada pengemis mengetuk rumah Siti Aisyah dan Barira pembantunya yang membukakan pintu. Pengemis tersebut berucap : “Wahai keluarga Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasalam, beri saya sesuatu”. Siti Aisyah mendengarnya dari dalam rumah dan bertanya ke pembantunya, “Siapa dia ?” , Barira menjawab : “Pengemis, dan kita hanya punya segenggam gandum untuk engkau berbuka puasa”.

Siti Aisyah kemudian memerintahkan ke pembantunya : “Berikan itu kepadanya, Allah akan memberi untukku”. Lalu Barira memberikan bahan makanan satu-satunya yang ada tersebut kepada si pengemis. Hari sudah sore dan sampai magrib tiba, Siti Aisyah tidak memperoleh sesuatu untuk berbuka puasa. Maka dia berbuka puasa dengan air putih.

Senin, 27 Maret 2017

La Nina dan El Nino

La Nina dan El Nino

Setahun terakhir negeri ini tidak mengalami musim kering karena kemaraunya-pun basah – tetap ada hujan di musim kemarau. Dampaknya lahan sawah yang biasanya ditanami padi satu atau dua kali setahun, tahun ini banyak yang bisa ditanami tiga kali. Karena musim hujan yang turun di musim kemarau – yang biasanya kering – juga membuat kita tidak perlu banyak direpotkan dengan kebakaran hutan yang meluas seperti tahun-tahun sebelumnya. Peristiwa semacam ini bisa dijelaskan secara ilmiah melalui fenomena La Nina dan El Nino, tetapi juga bisa menjadi tadabur terhadap ayat-ayatNya utuk mengantisipasi what next-nya !

Penjelasan secara science and guidance ini perlu agar tidak ada yang mengklaim bahwa kecukupan pangan dan berkurangnya kebakaran hutan tahun ini adalah karena keberhasilan program kerjanya. Ini juga agar kita tidak lengah dengan apa yang bisa terjadi di tahun-tahun berikutnya.

Ketika terjadi El Nino tahun 2015 – musim kering panjang kita alami karena suhu muka laut yang meningkat di Samudra Pacifik area Khatulistiwa, akibatnya supply uap air yang berkurang di wilayah Indonesia sehingga mengalami kemarau panjang dan minimnya curah hujan.

Kebalikannya adalah yang terjadi dengan La Nina tahun 2016, suhu muka laut di Samudra Pacifik area Khatulistiwa mendingin, supply uap air meningkat di wilayah Indonesia sehingga mengalami musim hujan yang panjang, hujan tetap turun di musim kemarau – yang disebut fenomena kemarau basah, areal lahan yang bisa ditanami padi menjadi meluas.

Jumat, 24 Maret 2017

Solusi Dari Petani

Solusi Dari Petani

Waktunya tinggal 13 tahun lagi dari yang ditargetkan Uni Eropa untuk ekonomi mereka berubah dari fossil-based economy menjadi bioeconomy yang lebih sustainable, Mereka bahkan sudah memiliki blue print yang sangat jelas tentang The European Bioeconomy 2030. Meskipun belum sedetil Uni Eropa dalam merumuskannya, negara-negara lain pasti juga akan mengikutinya. Bahkan salah satu negeri yang berpeluang sangat baik di era bioeconomy adalah Indonesia, dan ini berarti juga peluag besar bagi para petani untuk mengambil perannya yang lebih significant dalam ekonomi negeri ini kedepan.

Peluang  itu antara lain sudah saya bahas dalam tulisan dengan judul Grainomy – ekonomi berbasis biji-bijian. Pada bahasan ini saya beri contoh yang lebih detil tentang kelompok biji-bijian yang karakternya disebut secara khusus di Al-Qur’an, di surat yang sangat indah surat Ar-Rahman ayat 12.

Rabu, 22 Maret 2017

Bumi Para Wali

Bumi Para Wali

Selama berabad-abad kaum Yahudi tinggal di kota kecil Yastrib sebelum menjadi Madinah. Mereka berbahasa Arab, berpakaian seperti orang Arab sehingga sulit dibedakan dengan orang Arab pada umumnya. Hanya saja ketika beraktifitas ekonomi, baru karakter asli mereka nampak. Mereka melilit orang Arab dengan pinjaman berbunga tinggi – sedemikian tinggi sehingga tidak bisa dibayar. Melalui cara inilah mereka sedikit demi sedikit menguasai bumi orang Arab. Kapitalisme ribawi yang merupakan penjelmaan praktek tersebut di jaman kita ini, bahkan lebih kejam dari yang dilakukan kaum Yahudi di jaman tersebut. Bagaimana cara system ini mengambil bumi kita ?

Yahudi Yastrib masih memerlukan modal awal untuk menguasai lahan-lahan orang Arab. Modal awal ini dikumpulkan melalui produksi barang dan menguasai pasar, hasil keuntungan dari penguasaan produk dan pasar inilah yang kemudian dipakai untuk memberi pinjaman berbunga tinggi – yang akhirnya tidak terbayar kecuali dengan tanah orang Arab yang disita.

Kapitalisme ribawi yang ada sekarang lebih kejam karena sumber uang yang dipakai untuk mengambil tanah-tanah kita tersebut tidak lagi harus dari produksi barang dan penguasaan pasar. Sumber uangnya justru dari kita-kita juga, yaitu ketika uang hasil jerih payah kita berpuluh tahun terkumpul dalam tabungan, deposito, dana pensiun , tunjangan hari tua dan asuransi.

PERGERAKAN HARGA DINAR EMAS 24 JAM

Mengenal Dinar dan Dirham
Standarisasi berat uang Dinar dan Dirham mengikuti Hadits Rasulullah SAW,”Timbangan adalah timbangan penduduk Makkah, dan takaran adalah takaran penduduk Madinah” (HR. Abu Daud). Pada zaman Khalifah Umar bin Khattab sekitar tahun 642 Masehi bersamaan dengan pencetakan uang Dirham pertama di Kekhalifahan, standar hubungan berat antara uang emas dan perak dibakukan yaitu berat 7 Dinar sama dengan berat 10 Dirham.
Berat 1 Dinar ini sama dengan 1 mitsqal atau kurang lebih setara dengan berat 72 butir gandum ukuran sedang yang dipotong kedua ujungnya . Dari Dinar-Dinar yang tersimpan di musium setelah ditimbang dengan timbangan yang akurat maka di ketahui bahwa timbangan berat uang 1 Dinar Islam yang diterbitkan pada masa Khalifah Abdul Malik bin Marwan adalah 4.25 gram, berat ini sama dengan berat mata uang Byzantium yang disebut Solidos dan mata uang Yunani yang disebut Drachma.
Atas dasar rumusan hubungan berat antara Dinar dan Dirham dan hasil penimbangan Dinar di musium ini, maka dapat pula dihitung berat 1 Dirham adalah 7/10 x 4.25 gram atau sama dengan 2.975 gram .
Standar kadar dan berat inipun tidak hanya di sertifikasi secara nasional oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN), tetapi juga oleh lembaga sertifikasi logam mulia internasional yang sangat diakui yaitu London Bullion Market Association(LBMA).
Seperti di awal Islam yang menekankan Dinar dan Dirham pada berat dan kadarnya - bukan pada tulisan atau jumlah/ukuran/bentuk keping - maka berat dan kadar emas untuk Dinar serta berat dan kadar perak untuk Dirham produksi Logam Mulia di Indonesia saat ini memenuhi syarat untuk kita sebut sebagai Dinar dan Dirham Islam zaman sekarang.
Seluruh Dinar dan Dirham yang diperkenalkan & dipasarkan oleh Gerai Dinar adalah produksi langsung dari Logam Mulia - PT. Aneka Tambang, Tbk..
Copas dari Buku "Mengembalikan Kemakmuran Islam dengan Dinar dan Dirham " oleh : Muhaimin Iqbal