Selamat Datang di GERAI DINAR SIDOARJO

Selamat Datang di GERAI DINAR SIDOARJO


Kami melayani pembelian dan penjualan koin emas dinar dan koin perak dirham untuk wilayah Sidoarjo dan sekitarnya. Kami pun menyediakan berbagai artikel yang berkaitan dengan perkembangan dinar dan dirham, informasi pengguna m-dinar. Kami tidak melakukan jual beli dinar berupa mata uang kertas.

INFO ...

INFO ........BAGI YANG BERMINAT MENJADI MITRA PENJUALAN GERAI DINAR SIDOARJO. SILAKAN HUBUNGI KAMI VIA EMAIL.


Pencarian

Senin, 09 September 2019

Gunung, Pohon, Manusia dan BPJS

Gunung, Pohon, Manusia dan BPJS

Ini seperti tebak - tebakan anak kecil, apa persamaan atau hubungan antara gunung, pepohonan, manusia, dan BPJS ? tetapi jawabannya adalah sangat serius. Topik yang paling hangat pekan lalu adalah tentang usulan kenaikan BPJS yang mencapai 100%. Seperti Buah simalakama, bila dinaikan rakyat menjerit, bila tidak dinaikan defisit BPJS tidak teratasi.
          Tetapi solusinya bisa dicari sebenarnya diluar dari 2 pilihan yang sama - sama tidak menarik tersebut. Syaratnya kita harus berfikir totally out of the box dalam mengatasi masalah ini, khususnya untuk mengatasi dilema tersebut diatas agar tidak terus berulang dimasa - masa mendatang.
          Lantas apa jawaban atau solusinya dari masalah yang sangat pelik tersebut ? Jawabannya ada di judul tulisan ini yaitu, Gunung, Pepohonan, dan Manusia. Coba bayangkan seperti ini, dimana negeri yang mempunyai perfect combination antara ketiganya, yaitu memiliki gunung yang banyak, pepohonan yang banyak, dan juga manusia yang sangat banyak. Coba difikirkan berulang - ulang tentang hal ini dan saya yakin Anda akan bertemu dengan jawaban yang sama dengan yang saya temukan. Yaitu, Indonesia-lah negeri yang memiliki perfect combination diantara 3 komponen tersebut diatas.

Jumat, 30 Agustus 2019

Tiga Nasihat Pak Kyai

Tiga Nasihat Pak Kyai

Dari waktu ke waktu rumah Pak Kyai di kampung selalu kedatangan tamu yang menyampaikan segala urusannya. Pada umumnya, Pak Kyai selalu memiliki jawaban atau nasihat yang tepat untuk setiap tamu yang berkunjung kepadanya. Ada tiga nasihat utama yang selalu pas dan relevan bahkan untuk manusia modern di zaman ini.
                  Nasihat pertama adalah yang diberikan oleh Pak Kyai ketika yang berkunjung adalah para santrinya yang lagi belajar di pondok nya atau pun dari pondok - pondok lain di sekitarnya. Ketika menerima kunjungan para santri ini, nasihat Pak Kyai yang lebih suka menggunakan bahasa jawa ini adalah 'Sing Rajin Sinaune' atau dalam Bahasa Indonesia 'yang rajin belajarnya', dan para santri pun mahfum karena mereka memang lagi belajar, jadi mendapat nasihat semacam ini tentu sudah pada tempatnya.
                  Nasihat kedua adalah ketika yang datang para santri yang baru menyelesaikan pendidikannya yang hendak pulang kampung atau pindah ke perguruan lain atau kota lain. Maka, untuk mereka ini nasihat Pak Kyai adalah 'Sing Apik Amale' atau 'yang baik amalnya', dan para santri senior ini pun paham dengan nasihat tersebut, karena umumnya mereka juga waktunya untuk mengamalkan ilmu.

Rabu, 28 Agustus 2019

Productivity Gap and Capital Trap

Productivity Gap and Capital Trap

Sudah hampir setahun ini saya nyaris tidak bisa membaca dan menulis karena harus menjalani serangkaian operasi mata yang sampai saat ini sudah berjalan 6 kali, dan mudah -mudahan yang ketujuh minggu depan merupakan final-nya. Namun, kerinduan untuk bisa menulis dan menyapa komunitas pembaca tulisan saya mendorong saya untuk tidak sabar menulis lagi, meskipun harus dibantu oleh orang lain.
                  Bisa Anda bayangkan bila pekerjaan utama kita itu adalah membaca dan menulis, kemudian pada suatu hari Anda sama sekali tidak bisa membaca dan menulis lagi, apa jadinya ? ternyata tidak seburuk yang dibayangkan kebanyakan orang, karena ketika Allah mengurangi satu nikmat-NYA pada diri kita, Dia menambah kita dengan nikmat yang lain. Ini juga untuk menjawab pertanyaan masyarakat yang biasa membaca tulisan saya hampir setiap hari dahulunya, kemudian tiba - tiba tidak menulis sama sekali.
                  Periode itu karena saya berusaha memahami nikmat lain apa yang ditambah oleh-NYA ketika nikmat penglihatan saya dikurangi hingga pernah nyaris tinggal kurang dari 10% nya. Salah satu nikmat yang baru saya sadari belakangan adalah berupa kemampuan untuk bisa melihat yang tidak kasat mata, membaca yang tidak tertulis, dan mendengar yang tidak bersuara.

Senin, 29 Juli 2019

Zakah for No Poverty and Zero Hunger in SDG’s

Zakah for No Poverty and Zero Hunger in SDG’s

Setelah merdeka selama 74 tahun, negeri yang hijau royo-royo ini masih terus tertatih-tatih untuk bisa memenuhi kebutuhan dasar rakyatnya khususunya dalam hal swasembada pangan. Konon kita memang pernah swasembada pangan yang diakui dunia tetapi mayoritas tahun-tahun lainnya kita masih harus mengimport begitu banyak bahan makanan dari luar negeri, import beras bahkan naik dari kisaran 800an ribu ton tahun 2015 menjadi diatas 2 juta ton tahun 2018 lalu.
            Swasembada pangan yang begitu sulit yang telah kita upayakan selama 74 tahun ini bisa jadi solusinya sesungguhnya ada dipelupuk mata kita tetapi kita justru tidak melihatnya. Solusi itu adalah zakat pertanian, yang seharusnya benar-benar diterapkan oleh mayoritas penduduk negeri ini yang notabene mayoritas muslim ini.
            Mungkin timbul pertanyaan disebagian besar kita, “masa petani yang miskin harus membayar zakat ? dan bahkan dengan zakat pertanian yang begitu besar yang mencapai 5% atau 10% ?” Jawabannya adalah pada pemahaman tentang konsep zakat itu sendiri yang nampaknya masih perlu disebarluaskan secara sangat masif.
           

Sabtu, 20 Juli 2019

Food Security Ala Nabi Yusuf

Food Security Ala Nabi Yusuf

Masih dibulan syawal, waktu yang tepat bagi kita untuk menindaklanjuti hasil puasa kita berlapar-lapar selama 1 bulan penuh di bulan Ramadhan kemarin. Apa pelajaran yang tersisa dari ibadah rutin kita sebulan penuh setiap tahun itu? Apa cukup dengan berlapar-lapar sebulan tetapi setelah itu tidak ada tindak lanjutnya?

Puasa merupakan syariat yang begitu penting dalam agama ini, tentu membawa pesan yang juga teramat sangat penting. Salah satunya yang saya tangkap adalah terkait langsung dengan rasa lapar ketika kita berpuasa. Kita diajarkan untuk merasakan lapar sebulan penuh antara lain agar tumbuh empati kita terhadap orang lain yang merasakan lapar, sebagian mereka lapar setiap hari atau sehari makan sehari lapar dan di zaman modern ini masih ada sekitar 800 juta orang di dunia yang masih harus merasa lapar dengan terpaksan.

Jadi puasa kita harus menjadi pemicu bagi kita untuk bisa mengentaskan kelaparan yang dirasakan oleh orang lain. Itulah mengapa ada pesan lain bagi orang yang tidak peduli terhadap laparnya orang lain atau tidak menganjurkan memberi makan, sudah cukup baginya untuk di cap sebagai pendusta agama (QS 107: 1-3).

PERGERAKAN HARGA DINAR EMAS 24 JAM

Mengenal Dinar dan Dirham
Standarisasi berat uang Dinar dan Dirham mengikuti Hadits Rasulullah SAW,”Timbangan adalah timbangan penduduk Makkah, dan takaran adalah takaran penduduk Madinah” (HR. Abu Daud). Pada zaman Khalifah Umar bin Khattab sekitar tahun 642 Masehi bersamaan dengan pencetakan uang Dirham pertama di Kekhalifahan, standar hubungan berat antara uang emas dan perak dibakukan yaitu berat 7 Dinar sama dengan berat 10 Dirham.
Berat 1 Dinar ini sama dengan 1 mitsqal atau kurang lebih setara dengan berat 72 butir gandum ukuran sedang yang dipotong kedua ujungnya . Dari Dinar-Dinar yang tersimpan di musium setelah ditimbang dengan timbangan yang akurat maka di ketahui bahwa timbangan berat uang 1 Dinar Islam yang diterbitkan pada masa Khalifah Abdul Malik bin Marwan adalah 4.25 gram, berat ini sama dengan berat mata uang Byzantium yang disebut Solidos dan mata uang Yunani yang disebut Drachma.
Atas dasar rumusan hubungan berat antara Dinar dan Dirham dan hasil penimbangan Dinar di musium ini, maka dapat pula dihitung berat 1 Dirham adalah 7/10 x 4.25 gram atau sama dengan 2.975 gram .
Standar kadar dan berat inipun tidak hanya di sertifikasi secara nasional oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN), tetapi juga oleh lembaga sertifikasi logam mulia internasional yang sangat diakui yaitu London Bullion Market Association(LBMA).
Seperti di awal Islam yang menekankan Dinar dan Dirham pada berat dan kadarnya - bukan pada tulisan atau jumlah/ukuran/bentuk keping - maka berat dan kadar emas untuk Dinar serta berat dan kadar perak untuk Dirham produksi Logam Mulia di Indonesia saat ini memenuhi syarat untuk kita sebut sebagai Dinar dan Dirham Islam zaman sekarang.
Seluruh Dinar dan Dirham yang diperkenalkan & dipasarkan oleh Gerai Dinar adalah produksi langsung dari Logam Mulia - PT. Aneka Tambang, Tbk..
Copas dari Buku "Mengembalikan Kemakmuran Islam dengan Dinar dan Dirham " oleh : Muhaimin Iqbal