Selamat Datang di GERAI DINAR SIDOARJO

Selamat Datang di GERAI DINAR SIDOARJO


Kami melayani pembelian dan penjualan koin emas dinar dan koin perak dirham untuk wilayah Sidoarjo dan sekitarnya. Kami pun menyediakan berbagai artikel yang berkaitan dengan perkembangan dinar dan dirham, informasi pengguna m-dinar. Kami tidak melakukan jual beli dinar berupa mata uang kertas.

INFO ...

INFO ........BAGI YANG BERMINAT MENJADI MITRA PENJUALAN GERAI DINAR SIDOARJO. SILAKAN HUBUNGI KAMI VIA EMAIL.


Pencarian

Memuat...

Selasa, 23 Agustus 2016

Bila Tanaman Bukan Hanya Makanan

Bila Tanaman Bukan Hanya Makanan

Pekan lalu saya berjalan menyusuri Bali bagian barat dan menjumpai sepanjang jalan keharuman bunga kamboja kuning yang jatuh di tanah – di hampir setiap rumah. Mirip dengan yang ini adalah apa yang saya lihat bulan lalu di kebun-kebun sayur okra orang Jepang, yang membiarkan buah okra jatuh berserakan di tanah. Keduanya adalah hasil pertanian yang sangat mahal, namun tidak terolah karena  pertanian kita – dan juga di negara maju seperti Jepang sekalipun – masih fokus pada seputar makanan. Potensi pertanian lainnya nyaris belum tergarap secara optimal. 

Bunga kamboja kuning – yang di Bali disebut kamboja cendana karena keharumannya, adalah jenis kamboja yang dalam bahasa latinnya disebut Plumeria flavum memang jauh lebih wangi ketimbang bunga kamboja yang biasa ada di kuburan-kuburan kita - yang dalam bahasa latinnya disebut Plumeria alba.

Konon dahulu di awal maraknya kamboja kuning tersebut, harganya sempat mencapai Rp 100,000 per kg bunga, kini karena tidak ada yang mau beli – masyarakat membiarkan berserakan dei tanah.

Yang di Jepang hasil pertanian yang disia-siakan tersebut lain lagi, yaitu okra yang tumbuh melewati usia konsumsinya yang optimal. Bila kelewat dari usia tersebut, okra dianggap terlalu keras untuk di konsumsi sebagai sayur – maka dibiarkan terbuang di lahan dan kembali terurai menjadi pupuk tanaman.

Senin, 22 Agustus 2016

Startup Comedy

Startup Comedy

Ini bukan salah ketik, yang biasa Anda tonton di televisi adalah Stand-up Comedy – sedangkan yang ini memang kami maksudkan sebagai Startup Comedy. Dunia startup itu lebih banyak kegagalannya daripada keberhasilannya, maka kami harus pandai-pandai mentertawakan kegagalan itu supaya ada cukup kesabaran dalam membangun keberhasilan. Comedy juga bisa menjadi cara yang efektif untuk mensikapi problema masyarakat yang besar, dengan menyederhanakan masalah dalam bentuk kearifan masyarakat yang lucu-lucu. 

Di Turki negara besar yang pernah beabad-abad memimpin kekhalifahan umat, yang belum lama ini membuktikan sekali lagi kepemimpinannya yang luar biasa – sehingga rakyat-pun bisa melawan upaya kudeta militer – mereka juga punya kearifan yang lucu-lucu yang dituturkan berabad-abad melalui kisah-kisahNasrettin Hoca.

Maka bisa jadi banyak masalah besar kita yang berpeluang diatasi atau disikapi secara menyenangkan agar kita tidak bertambah stress. Kemacetan Jakarta yang sekarang semakin menjadi-jadi misalnya, sungguh telah merampas productivity kita secara luar biasa.

Sabtu, 20 Agustus 2016

Self Healing Community

Self-Healing Community

Kali ini saya pingin membantu pemikiran ke pemerintah – dimana pemerintah negeri adikuasa-pun pernah di shut-down gara-gara masalah pembiayaan kesehatannya. Membantu para rumah sakit dan dokter yang ketiban load pekerjaan yang sangat berat setelah berlakunya program BPJS, membantu BPJS-nya sendiri agar tidak jebol dengan tagihan klaim jaminannya. Membantu masyarakat agar tetap sehat tanpa harus antri berjam-jam untuk mendapatkan layanan kesehatan. Dengan apa ?

Beribu tahun peradaban manusia selalu bisa mengatasi masalah kesehatannya sendiri, sungguh ironi bila di jaman manusia hidup pada peradaban yang sangat maju sekarang – masalah kesehatan justru nyaris membuat negeri yang konon paling maju-pun pernah nyaris bangkrut karenanya.

Pasti ada something yang seriously wrong ketika semua pihak merasa rugi atau dirugikan, lha terus yang untung siapa ? Pemerintah merasa dari waktu ke waktu semakin kewalahan menalangi dana kesehatan masyarakat, BPJS merasa dana dari masyarakat tidak cukup untuk membayari klaim kesehatan mereka alias rugi, rumah sakit dan dokter ketiban work-load yang amat berat tanpa kompensasi yang memadai, rakyat merasa tidak dilayani secara memadai – lagi-lagi lha terus yang untung siapa ?

Jumat, 19 Agustus 2016

The Cell

The Cell

Di antara 118 unsur yang ada di alam semesta, 27 diantaranya ada pada tubuh manusia. Dari 27 unsur ini, 5 diantaranya mewakili sekitar 96% dari tubuh manusia. Unsur-unsur tersebut adalah Carbon (C), Hidrogen (H), Oxigen (O) , Sulfur (S) dan Nitrogen (N) atau untuk mudahnya diingat sebut saja The CHOSeN. Unsur yang sama yang ada di bebatuan dan benda mati lainnya, menjadi hidup ketika berada di tubuh manusia, binatang dan bahkan tanaman – apa yang mebedakan yang hidup dengan yang mati ? itulah The Cell – awal dan kunci kehidupan.

Benda yang mati, sebesar apapun dia tidak membentuk cell. Sedangkan makhluk hidup dari yang paling kecil sampai paling besar – dia terbangun dari sejumlah cell. Manusia di dalam tubuhnya ada 100 trilyun cell, 10 % diantaranya adalah cell tubuh manusia sendiri dan 90 % sisanya adalah microba.

Saking banyaknya jumlah cell ini, ilmu pengetahuan manusia hingga kini-pun sifatnya baru perkiraan. Ada yang memperkirakan 37.2 trilyun, ada yang memperkrakan 70 trilyun – tetapi saya gunakan angka tersebut diatas untuk memudahkannya saja – intinya buaaanyak !

Kamis, 18 Agustus 2016

Akal Merdeka

Akal Merdeka

Jean Valnet, M.D seorang dokter Perancis yang disebut sebagai bapak aromatherapy modern mengungkapkan kekagumannya atas Indonesia dengan caranya sendiri. Dia menemukan bahwa di negeri ini khususnya Ternate, tidak pernah terjadi wabah penyakit sampai abad 16. Ketika penjajah Belanda mulai merambah negeri ini dengan menguasai perdagangan rempah-rempah, mereka juga merusak tanaman-tanaman penduduk untuk mengendalikan harga. Dampaknya begitu banyak pohon cengkeh mati, dan bersamaan itu pula begitu banyak kematian di daerah itu karena wabah penyakit – sejak saat itu pula negeri ini terjajah !

Penjajahan itu terus berlangsung selama berabad-abad dan silih berganti bangsa-bangsa lain menjajah negeri ini, sampai tahun 1945 secara de Jure kita merdeka – tepat 71 tahun lalu.

Masih di tahun-tahun awal kemerdekaan tersebut, seolah mengingatkan bangsa ini – ulama dan pemikir kondang negeri ini Muhammad Natsir menggagas konsep Akal Merdeka, yang kemudian dibukukan bersama gagasan-gagasan beliau lainnya dengan judul Islam dan Akal Merdeka.

PERGERAKAN HARGA DINAR EMAS 24 JAM

Mengenal Dinar dan Dirham
Standarisasi berat uang Dinar dan Dirham mengikuti Hadits Rasulullah SAW,”Timbangan adalah timbangan penduduk Makkah, dan takaran adalah takaran penduduk Madinah” (HR. Abu Daud). Pada zaman Khalifah Umar bin Khattab sekitar tahun 642 Masehi bersamaan dengan pencetakan uang Dirham pertama di Kekhalifahan, standar hubungan berat antara uang emas dan perak dibakukan yaitu berat 7 Dinar sama dengan berat 10 Dirham.
Berat 1 Dinar ini sama dengan 1 mitsqal atau kurang lebih setara dengan berat 72 butir gandum ukuran sedang yang dipotong kedua ujungnya . Dari Dinar-Dinar yang tersimpan di musium setelah ditimbang dengan timbangan yang akurat maka di ketahui bahwa timbangan berat uang 1 Dinar Islam yang diterbitkan pada masa Khalifah Abdul Malik bin Marwan adalah 4.25 gram, berat ini sama dengan berat mata uang Byzantium yang disebut Solidos dan mata uang Yunani yang disebut Drachma.
Atas dasar rumusan hubungan berat antara Dinar dan Dirham dan hasil penimbangan Dinar di musium ini, maka dapat pula dihitung berat 1 Dirham adalah 7/10 x 4.25 gram atau sama dengan 2.975 gram .
Standar kadar dan berat inipun tidak hanya di sertifikasi secara nasional oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN), tetapi juga oleh lembaga sertifikasi logam mulia internasional yang sangat diakui yaitu London Bullion Market Association(LBMA).
Seperti di awal Islam yang menekankan Dinar dan Dirham pada berat dan kadarnya - bukan pada tulisan atau jumlah/ukuran/bentuk keping - maka berat dan kadar emas untuk Dinar serta berat dan kadar perak untuk Dirham produksi Logam Mulia di Indonesia saat ini memenuhi syarat untuk kita sebut sebagai Dinar dan Dirham Islam zaman sekarang.
Seluruh Dinar dan Dirham yang diperkenalkan & dipasarkan oleh Gerai Dinar adalah produksi langsung dari Logam Mulia - PT. Aneka Tambang, Tbk..
Copas dari Buku "Mengembalikan Kemakmuran Islam dengan Dinar dan Dirham " oleh : Muhaimin Iqbal