Selamat Datang di GERAI DINAR SIDOARJO

Selamat Datang di GERAI DINAR SIDOARJO


Kami melayani pembelian dan penjualan koin emas dinar dan koin perak dirham untuk wilayah Sidoarjo dan sekitarnya. Kami pun menyediakan berbagai artikel yang berkaitan dengan perkembangan dinar dan dirham, informasi pengguna m-dinar. Kami tidak melakukan jual beli dinar berupa mata uang kertas.

INFO ...

INFO ........BAGI YANG BERMINAT MENJADI MITRA PENJUALAN GERAI DINAR SIDOARJO. SILAKAN HUBUNGI KAMI VIA EMAIL.


Pencarian

Memuat...

Selasa, 22 November 2016

Urban Impact

Urban Impact

Pada tahun 2050 diperkirakan 2/3 dari penduduk dunia akan berada di perkotaan, namun khusus Indonesia akan terjadi 20 tahun lebih cepat atau sekitar tahun 2030. Dua penyebabnya, pertama pertumbuhan penduduk yang relatif tinggi di kisaran 1 % dan yang kedua lebih dari 55 % penduduk negeri ini memilih tinggal di wilayah yang luasannya hanya sekitar 6 % dari wilayah Indonesia keseluruhan. Kompetisi untuk sekedar mempertahankan kehidupan yang layak di kota akan semakin berat saat itu, tetapi kita memang tidak harus hidup di kota ! 

Dalam 14 tahun yang akan datang, Jawa sudah akan menjadi semacam super megapolitan – menjadi kota yang tidak terputus dari Anyer sampai Panarukan. Saat itu Jawa akan dihuni sekitar 175 juta atau bertambah sekitar 38 juta dari jumlah penduduk Jawa saat ini yang berada di kisaran 137 Jiwa.

Kamis, 17 November 2016

Kembali Ke Pasar

Kembali Ke Pasar

Seperti tiga kuda pacu yang sedang berlaga di arena balap, bila yang satu di depan – yang dua pasti di belakangnya. Tiga kuda itu bernama riba, jual beli dan sedekah. Memang kita yang hidup di jaman ini sedang menyaksikan ‘kuda riba’ lagi melaju dengan sangat kencang di depan, dua kuda lainnya yaitu  ‘kuda jual beli’ dan ‘kuda sedekah’ tertinggal jauh di belakang. Tetapi tidak ada jalan lain untuk mengalahkan ‘kuda riba’ selain memacu sekuat tenaga ‘kuda jual beli’ dan ‘kuda sedekah’ agar segera bisa mengalahkannya. Bagaimana caranya ? 

Bahwa lawan riba itu hanya ada dua yaitu jual beli dan sedekeh – itu Allah yang memberi tahu kita di Al-Qur’an melalui Surat Al-Baqaarah 275-276. Dan keduanya dicontohkan langsung oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersama para sahabat beliau sejak awal sekali pembentukan negeri Madinah.

Rabu, 16 November 2016

Skeleton In The Closet

Skeleton In The Closet

Idiom ‘skeleton in the closet’ dalam bahasa Inggris artinya undisclosed fact about someone or something. Karena fakta-nya yang tersembunyi inilah maka seseorang atau sesuatu itu tidak nampak seperti yang semestinya, bila ini menyangkut suatu masalah – maka masalah itu menjadi sulit terpecahkan karena tidak semua faktanya dimunculkan. Masalah kemiskinan misalnya, dia adalah ‘skeleton in the closet’ bagi kota-kota besar di negeri berkembang utamanya – maka sulit sekali diatasi karena fakta yang tersembunyi tersebut. Lantas bagaimana mengatasinya ?

Kalau kita baca statistik BPS tentang kemiskinan misalnya, jumlah penduduk miskin di Indonesia masih berada di kisaran angka 11 % atau sekitar 28.5 juta orang. Tetapi kemiskinan di kota-kota besar jumlahnya jauh lebih kecil dari presentase tersebut, di Jakarta hanya 3.75 % dan di Surabaya hanya 4 %.

Selasa, 15 November 2016

Urban 2030

Urban 2030

Dalam resolusi PBB no A/RES/66/288 yang terkenal dengan resolusi The Future We Want,  tahun 2030 seharusnya menjadi tahun dimana tidak lagi ada kelaparan di dunia – Zero Hunger. Tetapi bila resolusi tersebut tidak ditindak lanjuti dengan langkah konkrit dalam menyelesaikan berbagai masalah yang imminent, maka bukannya tidak ada kelaparan tahun tersebut – malah sebaliknya kelaparan bisa merajalela. Saat itu orang yang memiliki uang-pun bisa jadi akan antri makanan 5-6 jam seperti yang terjadi di Venezuela tahun ini. Kita bisa mencegahnya asal mau ! 

Urban Farming Urgency
Salah satu masalah yang sangat imminent adalah adanya arus urbanisasi, baik yang terjadi karena orang pindah dari desa ke kota – maupun yang terjadi karena desa-desa telah berubah menjadi kota. Apa masalahnya ketika desa-desa menjadi kota ?

Saat ini kita yang di Indonesia, sekitar 55 % penduduk kita ada di kota. Dengan prosentase yang seperti inipun kita sudah menjadi negara pengimpor gandum no 2 terbesar di dunia, pengimpor gula dan kedelai no 3 terbesar di dunia. Artinya kita belum bisa mencukupi kebutuhan karbohidrat dan protein kita sendiri.

Pada tahun 2030 diperkirakan 70 % penduduk Indonesia akan ada di kota, yang saat itu jumlah penduduk kota-kota di Indonesia sudah akan lebih dari 200 juta orang. Dalam kondisi sekarang-pun sudah tidak cukup makanan yang kita bisa produksi, apalagi nanti ketika mayoritas penduduk negeri ini ada di kota.

Lantas bagaimana solusinya  agar pada tahun 2030 tersebut – saat anak kita yang baru lahir kini beranjak remaja – negeri ini tidak mengalami krisis pangan yang terus memburuk ? Kinilah saatnya kita berbuat, bukan untuk kita saat ini – karena bisa jadi kita tidak mengalami problem itu kini – tetapi untuk masa depan anak dan cucu kita, inilah yang bisa kita lakukan.

Senin, 14 November 2016

Peradaban Tambora

Peradaban Tambora

Ketika gunung Tambora meletus 10 April 1815 dentumannya yang sangat dasyat terdengar sampai pulau Sumatra, peradaban di dua kerajaan langsung lenyap seketika yaitu Kerajaan Tambora dan Kerajaan Pekat. Aerosol sulfat yang dihembuskan oleh letusan gunung tersebut menyebar sampai Eropa, sehingga tercatat sekali-kalinya dalam sejarah – Eropa tidak mengalami musim panas sampai setahun sesudah letusan tersebut, dan suhu permukaan bumipun turun setengah derajat Celcius karenanya. Kini dua abad berlalu, peradaban baru tengah terbentuk di daerah tersebut – dan kita tidak hanya bisa jadi penonton, kita bisa menjadi pelakunya !

Mediterranean in the East - Wilayah Sekeliling Teluk Saleh
Perjalanan kami ke lereng Tambora – di daerah yang dahulu menjadi wilayah Kerajaan Tambora dan Kerajaan Pekat - kami menemukan sejumlah potensi baru yang sangat menarik, dari sudut pandang yang sama sekali berbeda dengan perbagai ekspedisi yang dilakukan sejumlah ahli dan peneliti sebelumnya.

Lereng Selatan dan Barat Daya dari Tambora adalah menuju ke suatu daerah teluk yang sangat indah – salah satu terindah dari negeri ini – yaitu Teluk Saleh. Teluk Saleh sendiri panjangnya sekitar 282 km atau dua kali DKI – Jakarta, dan teluk ini jatuh ke wilayah administratif tiga kabupaten yaitu Dompu, Bima dan Sumbawa.

Berada di pinggiran teluk ini, yang terbayang di ingatan saya langsung adalah negeri-negeri di pinggiran laut Mediterania seperti Mesir, Gaza/Palestina, Suriah, Turki, Perancis , Maroko dlsb. – Iya, betul ! Berada di  sepanjang pantai yang mengelilingi Teluk Saleh adalah seperti berada di negeri-negeri Mediterania. Bedanya kalau pantai yang mengelilingi laut Mediterania adalah 23 negara, yang mengelilingi Teluk Saleh ini hanya tiga kabupaten di satu negara Indonesia.

PERGERAKAN HARGA DINAR EMAS 24 JAM

Mengenal Dinar dan Dirham
Standarisasi berat uang Dinar dan Dirham mengikuti Hadits Rasulullah SAW,”Timbangan adalah timbangan penduduk Makkah, dan takaran adalah takaran penduduk Madinah” (HR. Abu Daud). Pada zaman Khalifah Umar bin Khattab sekitar tahun 642 Masehi bersamaan dengan pencetakan uang Dirham pertama di Kekhalifahan, standar hubungan berat antara uang emas dan perak dibakukan yaitu berat 7 Dinar sama dengan berat 10 Dirham.
Berat 1 Dinar ini sama dengan 1 mitsqal atau kurang lebih setara dengan berat 72 butir gandum ukuran sedang yang dipotong kedua ujungnya . Dari Dinar-Dinar yang tersimpan di musium setelah ditimbang dengan timbangan yang akurat maka di ketahui bahwa timbangan berat uang 1 Dinar Islam yang diterbitkan pada masa Khalifah Abdul Malik bin Marwan adalah 4.25 gram, berat ini sama dengan berat mata uang Byzantium yang disebut Solidos dan mata uang Yunani yang disebut Drachma.
Atas dasar rumusan hubungan berat antara Dinar dan Dirham dan hasil penimbangan Dinar di musium ini, maka dapat pula dihitung berat 1 Dirham adalah 7/10 x 4.25 gram atau sama dengan 2.975 gram .
Standar kadar dan berat inipun tidak hanya di sertifikasi secara nasional oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN), tetapi juga oleh lembaga sertifikasi logam mulia internasional yang sangat diakui yaitu London Bullion Market Association(LBMA).
Seperti di awal Islam yang menekankan Dinar dan Dirham pada berat dan kadarnya - bukan pada tulisan atau jumlah/ukuran/bentuk keping - maka berat dan kadar emas untuk Dinar serta berat dan kadar perak untuk Dirham produksi Logam Mulia di Indonesia saat ini memenuhi syarat untuk kita sebut sebagai Dinar dan Dirham Islam zaman sekarang.
Seluruh Dinar dan Dirham yang diperkenalkan & dipasarkan oleh Gerai Dinar adalah produksi langsung dari Logam Mulia - PT. Aneka Tambang, Tbk..
Copas dari Buku "Mengembalikan Kemakmuran Islam dengan Dinar dan Dirham " oleh : Muhaimin Iqbal