Selamat Datang di GERAI DINAR SIDOARJO

Selamat Datang di GERAI DINAR SIDOARJO


Kami melayani pembelian dan penjualan koin emas dinar dan koin perak dirham untuk wilayah Sidoarjo dan sekitarnya. Kami pun menyediakan berbagai artikel yang berkaitan dengan perkembangan dinar dan dirham, informasi pengguna m-dinar. Kami tidak melakukan jual beli dinar berupa mata uang kertas.

INFO ...

INFO ........BAGI YANG BERMINAT MENJADI MITRA PENJUALAN GERAI DINAR SIDOARJO. SILAKAN HUBUNGI KAMI VIA EMAIL.


Pencarian

Memuat...

Selasa, 03 Januari 2017

Fintech In Islamic Finance

Fintech In Islamic Finance

Pendiri Bitcoin news service CoinDesk – Shakil Khan - menggambarkan bahwa system perbankan yang ada sekarang ini sebagai ‘very-very old in today’s day and age where technology companies are innovating and bringing out new products every six months, bank are running on systems that were built in 1980s and 1990s’. Lantas apa calon kuat pengganti system perbankan tersebut ? Itulah yang disebut Financial Technology atau Fintech. Ibarat lomba lari, inilah waktunya Islamic Finance untuk memulai di garis start yang sama.

Ketika mulai dikenal di dunia tahun  2008, nilai investasi yang dikumpulkan oleh Fintech di seluruh dunia hanya sekitar US$ 930 juta. Lima tahun kemudian (2013) size-nya sudah mengumpulkan nilai investasi US$ 3 Milyar , dan ketika di usia 10 tahun (2018) – pasar Fintech dunia diperkirakan sudah akan mengumpulkan nilai investasi US$ 8 milyar. Setelah itu Fintech akan mencapai tipping point-nya dan tumbuh eksponential.

Itulah mengapa Negara-negara di dunia yang selama ini menyebut dirinya financial center berebut untuk menjadi Fintech Center. Di Eropa Inggris dan Swiss berebut untuk menjadi Fintech Center, di dunia Islam yang sedang berebut adalah Dubai dan Qatar, dan di ASEAN yang sedang berebut adalah dua negeri jiran kita Singapore dan Malaysia.

Kamis, 29 Desember 2016

Tum Hi Ho, Indonesia Tanpa Tempe ?

Tum Hi Ho, Indonesia Tanpa Tempe ?

Ada sebuah lagu yang sangat terkenal di India dengan judul Tum Hi Ho, sehingga ribuan versinya di upload di Youtube – beberapa versi telah ditonton oleh ratusan juta orang. Tum Hi Ho ini juga menular sampai ke Indonesia, bahkan ada versi religinya yang disenandungkan oleh santri sampai kyai. Tetapi bukan masalah lagu ini yang saya ingin bahas, adalah fenomena sosial yang bisa menggerakkan perubahan besar di masyarakat. Tum Hi Ho saya ibaratkan tempe di masyarakat kita.

Mengapa sejumlah unggahan Tum Hi Ho di India bisa ditonton ratusan juta orang ? Apakah begitu hebatnya Tum Hi Ho ini ? tidak juga sebenarnya, dia syair yang menyihir saja – isinya tidak ada apa-apanya, mirip lagu-lagu cengeng yang ada di masyarakat kita juga.

Bahwa dia ditonton sampai ratusan juta orang – simple saja alasannya yaitu penduduk India jumlahnya 1.33 milyar orang. Kalau 5 % saja yang menonton, dan masing-masing menontonnya dua kali – maka sudah 133 juta orang yang menonton unggahan Tum Hi Ho tersebut di Youtube.

Rabu, 28 Desember 2016

Naqabah

Naqabah

Bila para penggerak ekonomi Islam selama ini lebih focus pada pilar keuangan/modal, dan sedikit tentang pasar – kini waktu yang sangat tepat juga untuk membahas masalah produksi . Sebenarnya kita juga tidak perlu reinvent the wheel karena selama berabad-abad dunia Islam juga sudah menggerakkan produksi dalam skala besar. Bedanya dengan produksi a la kapitalisme adalah mereka terkonsentrasi pada modal besar, sedangkan dalam Islam produksi menyebar dalam sejumlah besar orang yang tergabung dalam apa yang disebut naqabah.

Tidak ada terjemahan bahasa yang pas utuk naqabah ini, tetapi dalam bahasa Inggris yang terdekat adalah guild. Dalam bahasa Indonesia yang cukup dekat adalah serikat, asosiasi, perkumpulan dlsb. Bedanya kalau serikat, asosiasi dlsb. cenderung bersifat horizontal (usaha sejenis) sedangkan naqabah bisa horizontal maupun vertical (integrasi hulu sampai hilir).

Sebagai contoh naqabah yang disebut waraqiin  di abad pertengahan, dia meliputi integrasi horizontal maupun vertical seluruh perajin dan praktisi atau bahasa sekarang artisan yang terkait dengan kertas. Ada yang menulis kitab, ada yang menulis ulang kitab tersebut untuk digandakan, ada yang membuat atau menyediakan kertasnya, ada yang khusus menjilidnya, ada yang khusus membuat kaligrafi di sampul dan pinggiran halaman dst, – semuanya berkumpul dalam waraqiin tersebut.

Kamis, 22 Desember 2016

If It So Close, You Will Smell It !

If It Is So Close, You Will Smell It !

Dalam perjalanan untuk menaklukkan Baitul Maqdis, Salahuddin Al-Ayyubi melewati tepi kota Diyarbakir yang kini masuk wilayah Turki. Di tepi kota itu Salahuddin menerima amanah yang dia katakan sebagai : “Aku belum pernah membawa amanah yang lebih berat daripada hadiah ini bagi Masjidil Aqsha”.  Hadiah yang dimaksud adalah minyak wangi terbaik yang dibuat melalui tangan-tangan para ummahat Diyarbakir dari bunga-bunga terbaik yang mereka kumpulkan dari daerah tersebut. Mengapa amanah ini begitu berat ?

Para ummahat Diyarbakir tersebut pingin melaksanakan perintah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam untuk memberikan ‘hadiah minyak’ bagi Baitul Maqdis. Apa maknanya dan mengapa amanah untuk menyampaikan ‘hadiah minyak’ bagi Baitul Maqdis ini sesuatu yang dikatakan Salahuddin sebagai amanah yang berat ?

Anda baru akan merasakannya bila Anda juga mencoba hal yang sepintas nampak sepele itu sekarang. Untuk dapat memberikan ‘hadiah minyak’ bagi Baitul Maqdis ini setidaknya kami membutuhkan tiga team dari orang-orang paling professional di bidang masing-masing.

Selasa, 20 Desember 2016

Farenheit 212

Fahrenheit 212

Apa yang terjadi pada suhu 212 derajat Fahrenheit ? segelas air menguap mengisi satu ruangan penuh sampai ke celah-celahnya, tidak ada lagi ruang yang tidak bisa diisi oleh uapnya. Perubahan pada suhu tersebut atau kalau dalam derajat Celcius adalah 100, disebut Titik Didih, Boiling Point atau Tipping Point – yang terakhir ini sejak tahun 2003 banyak sekali digunakan untuk menggambarkan perubahan yang drastis dan cepat di bidang social, business dan bahkan juga penyebaran virus. 

Tipping point adalah titik dimana sesuatu berubah bentuk menjadi sesuatu yang lain yang sangat berbeda karakternya. Air yang tenang dan diam dalam satu gelas, ketika mencapai titik didihnya dia berubah menjadi uap. Ketika menjadi uap dia bisa menjadi menyebar, memiliki kekuatan yang jauh lebih besar, menjadi sangat ringan dst.

Namun kekuatan uap air itu tidak bertahan lama, bila tidak digunakan segera dia akan mendingin dan hilang tanpa bekas. Segelas air yang menguap mengisi satu ruangan penuh, ketika mendingin dia tidak kembali ke gelasnya – dia habis terserap ditempatnya masing-masing.

PERGERAKAN HARGA DINAR EMAS 24 JAM

Mengenal Dinar dan Dirham
Standarisasi berat uang Dinar dan Dirham mengikuti Hadits Rasulullah SAW,”Timbangan adalah timbangan penduduk Makkah, dan takaran adalah takaran penduduk Madinah” (HR. Abu Daud). Pada zaman Khalifah Umar bin Khattab sekitar tahun 642 Masehi bersamaan dengan pencetakan uang Dirham pertama di Kekhalifahan, standar hubungan berat antara uang emas dan perak dibakukan yaitu berat 7 Dinar sama dengan berat 10 Dirham.
Berat 1 Dinar ini sama dengan 1 mitsqal atau kurang lebih setara dengan berat 72 butir gandum ukuran sedang yang dipotong kedua ujungnya . Dari Dinar-Dinar yang tersimpan di musium setelah ditimbang dengan timbangan yang akurat maka di ketahui bahwa timbangan berat uang 1 Dinar Islam yang diterbitkan pada masa Khalifah Abdul Malik bin Marwan adalah 4.25 gram, berat ini sama dengan berat mata uang Byzantium yang disebut Solidos dan mata uang Yunani yang disebut Drachma.
Atas dasar rumusan hubungan berat antara Dinar dan Dirham dan hasil penimbangan Dinar di musium ini, maka dapat pula dihitung berat 1 Dirham adalah 7/10 x 4.25 gram atau sama dengan 2.975 gram .
Standar kadar dan berat inipun tidak hanya di sertifikasi secara nasional oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN), tetapi juga oleh lembaga sertifikasi logam mulia internasional yang sangat diakui yaitu London Bullion Market Association(LBMA).
Seperti di awal Islam yang menekankan Dinar dan Dirham pada berat dan kadarnya - bukan pada tulisan atau jumlah/ukuran/bentuk keping - maka berat dan kadar emas untuk Dinar serta berat dan kadar perak untuk Dirham produksi Logam Mulia di Indonesia saat ini memenuhi syarat untuk kita sebut sebagai Dinar dan Dirham Islam zaman sekarang.
Seluruh Dinar dan Dirham yang diperkenalkan & dipasarkan oleh Gerai Dinar adalah produksi langsung dari Logam Mulia - PT. Aneka Tambang, Tbk..
Copas dari Buku "Mengembalikan Kemakmuran Islam dengan Dinar dan Dirham " oleh : Muhaimin Iqbal