Selamat Datang di GERAI DINAR SIDOARJO

Selamat Datang di GERAI DINAR SIDOARJO


Kami melayani pembelian dan penjualan koin emas dinar dan koin perak dirham untuk wilayah Sidoarjo dan sekitarnya. Kami pun menyediakan berbagai artikel yang berkaitan dengan perkembangan dinar dan dirham, informasi pengguna m-dinar. Kami tidak melakukan jual beli dinar berupa mata uang kertas.

INFO ...

INFO ........BAGI YANG BERMINAT MENJADI MITRA PENJUALAN GERAI DINAR SIDOARJO. SILAKAN HUBUNGI KAMI VIA EMAIL.


Pencarian

Memuat...

Jumat, 29 Juli 2016

Selling An Experience, Selling A Vision

Selling An Experience, Selling A Vision

Apa yang bisa Anda jual ke pasar ketika semuanya sudah ada ? apa yang bisa Anda berikan ke orang-orang yang sudah memiliki segalanya ? Jawabannya mungkin sama, yaitu sudut pandang yang berbeda. Barangnya secara fisik tetap sama dengan yang sudah ada di pasar, atau yang sudah  mereka miliki – hanya diberi sisi lain yang selama ini mungkin tidak terlihat. Itulah kurang lebih yang saya pelajari sekaligus tawarkan ke masyarakat pertanian dan teknologi Jepang, ketika mereka mengundang saya untuk datang ke negeri ini sepekan terakhir.

Betapa tidak, dalam hal bertani mereka sudah lebih pinter dari kita – bahkan begitu banyak negeri kita mengirimkan para dosennya untuk belajar ke negeri mereka ini. Begitu-pun dalam bidang teknologi, mereka lebih maju dari kita. Dalam hal modal, mereka juga memiliki lebih banyak dari yang kita miliki. Lantas dimana peluang kita ? itulah menariknya.

Salah satu yang saya temui di negeri mereka ini adalah sebuah perusahaan yang sudah 10 tahun lebih mengelola apa yang saya sebut the ultimate urban farming – jenis urban farming yang saya sendiri masih cita-citakan untuk Jakarta dan kota-kota besar di Indonesia.

Ultimate Urban Farming : High Rise Roof-Top Farming In Tokyo

Kamis, 28 Juli 2016

Bahasa Pohon dan Tanaman

Bahasa Pohon dan Tanaman

Allah banyak sekali menyebut pohon atau tanaman dalam Al-Qur’an, bahkan ketika mengungkapkan kalimat thoyyibah atau kalimat yang baik – kalimat tauhid sendiri Allah juga mengumpamakannya dengan pohon (QS 14:24-25). Senada dengan ini juga pengungkapan tentang umat Muhammad yang baik, seperti tanaman yang kuat, besar dan tegak di atas pokoknya (QS 48:29). Dengan pengungkapan-pengungkapan ini, bukankah kita mestinya banyak belajar dari pohon atau tanaman untuk bisa menjadi orang yang baik ? Lantas seperti apa apa pohon yang baik itu ?

Ada tiga kriteria yang dijelaskan oleh Allah dalam rangkaian ayat berikut :

Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik,akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.” (QS 14:24-25)

Rabu, 27 Juli 2016

Seeds of Life

Seeds of Life

Dalam memenuhi undangan sekelompok petani organic di Jepang agar iGrow masuk pasar ini, kami bersyukur bisa belajar dari tangan pertama para ahlinya – para praktisi pertanian organic di negeri yang standar organic-nya tertinggi. Sebagai exchange dari system iGrow yang akan digunakan oleh petani organic tersebut, kita bisa belajar ilmu apa saja yang mereka miliki untuk mengembangkan system organic kita sendiri.

Ada satu hal yang menurut saya segera bisa menjadi oleh-oleh setelah blusukan di sejumlah daerah pertanian organic di Jepang, yaitu perlunya kita segera mengamankan benih-benih tanaman asli yang kita miliki – sebelum benih-benih tersebut keburu rusak atau sengaja dirusak oleh kapitalisme benih global.

Di Kochi Prefecture – satu jam penerbangan ke arah barat daya Tokyo – misalnya, ada dialog yang menarik dengan petani setempat yang usianya sudah di atas 70 tahun. Intinya dia menyampaikan , “… saya hidup mungkin tidak lebih dari 15 tahun lagi – karena rata-rata orang Jepang meninggal di kisaran usia 85-an – maka di sisa usia saya ini, saya ingin mengamankan benih-benih yang saya tanam untuk diteruskan oleh anak saya ....” . Kemudian dia menutup kata-katanya ini dengan nada kesedihan “…semoga saja dia mau…”.

Senin, 25 Juli 2016

Bahasa Peradaban Keempat

Bahasa Peradaban Keempat

Mengapa bangsa manusia yang merupakan makhluk Allah yang paling cerdas di muka bumi, diperintahkan oleh Sang Pencipta-nya untuk belajar dari makhluk yang sangat kecil seperti lebah ? pasti ada alasannya. Lagi-lagi ternyata banyak sekali yang bisa kita pelajari dari bangsa lebah ini. Di antaranya adalah disiplin kerjanya, produktifitasnya, kebersihan makanannya, kontribusi pada alam sekitarnya dan yang tidak kalah menarik di peradaban modern ini adalah juga kemampuannya dalam berkomunikasi satu sama lain.

Maka ketika Ibnu Kathir menjelaskan kalimat terakhir dari ayat yang mengisyaratkan kita harus belajar dari lebah “…sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda bagi orang yang memikirkan…” (QS 16:69), beliau menjelaskan bagaimana seluruh aspek kehidupan lebah ini mulai dari bagaimana mereka bepergian, mencari makan, membangun rumah dlsb. bisa menjadi pelajaran bagi kehidupan manusia.

Yang specific tentu adalah apa yang tersurat, dan kemudian lebih banyak lagi yang tersirat  sebagai dampak sebab – akibat dari yang tersurat. Bila terus digali sumber dari segala sumber ilmu itu, hasilnya akan mencengangkan bagi yang memikirkannya. Kita ambil contoh lengkapnya dari ayat tersebut di atas :

Kamis, 21 Juli 2016

Scent, Science and Guidance

Scent, Science and Guidance

Berita dari masa depan itu akan terbukti kebenarannya pada waktunya masing-masing (QS 6:67), dan bagi yang eager proaktif meyakini dan menyongsongnya – dia akan bisa berabad-abad melompati jamannya. The American Medical Association misalnya, hingga kini baru membayangkan – bahwa bila ada zat yang bisa melewati blood-brain barrier – maka aneka penyakit seperti Alzheimer dan Parkinson akan dapat disembuhkan. Padahal zat semacam ini bener-bener ada dan sudah dicontohkan penggunaannya di Al-Qur’an lebih dari 1,400 tahun lalu. 

Yang disebut blood-brain barrier (BBB) adalah pembatas yang sangat canggih yang berada di antara saluran darah dengan otak kita – agar otak tidak bercampur darah dan tercemar dengan segala macam yang ada di dalamnya. BBB ini amat sangat selektif menyaring apa yang boleh sampai ke otak. Mayoritas zat-zat yang diintrodusir melalui saluran darah pada umumnya dan juga bahkan melalui chemotherapy tidak bisa sampai ke otak karena yang bisa masuk ke sana hanya zat yang ukurannya lebih kecil dari 800 amu (atomic mass unit – satuan massa atom).

Itulah sebabnya sejumlah penyakit seperti Alzheimer, Parkinson, kanker otak dlsb sampai sekarang belum ketemu obatnya yang efektif. Mengapa dunia pengobatan modern tidak menggunakan informasi pengobatan yang sudah ada ribuan tahun dalam Al-Qur’an dan bahkan juga pada kitab-kitab sebelumnya ? Adalah karena kesombongan ilmu pengetahuan modern itu sendiri – yang menganggap ilmu-ilmu yang belum bisa mereka pahami atau buktikan – sebagai bukan ilmu pengetahuan atau paling banter hanya diakui sebagai ilmu pengetahuan semu – pseudo science.

PERGERAKAN HARGA DINAR EMAS 24 JAM

Mengenal Dinar dan Dirham
Standarisasi berat uang Dinar dan Dirham mengikuti Hadits Rasulullah SAW,”Timbangan adalah timbangan penduduk Makkah, dan takaran adalah takaran penduduk Madinah” (HR. Abu Daud). Pada zaman Khalifah Umar bin Khattab sekitar tahun 642 Masehi bersamaan dengan pencetakan uang Dirham pertama di Kekhalifahan, standar hubungan berat antara uang emas dan perak dibakukan yaitu berat 7 Dinar sama dengan berat 10 Dirham.
Berat 1 Dinar ini sama dengan 1 mitsqal atau kurang lebih setara dengan berat 72 butir gandum ukuran sedang yang dipotong kedua ujungnya . Dari Dinar-Dinar yang tersimpan di musium setelah ditimbang dengan timbangan yang akurat maka di ketahui bahwa timbangan berat uang 1 Dinar Islam yang diterbitkan pada masa Khalifah Abdul Malik bin Marwan adalah 4.25 gram, berat ini sama dengan berat mata uang Byzantium yang disebut Solidos dan mata uang Yunani yang disebut Drachma.
Atas dasar rumusan hubungan berat antara Dinar dan Dirham dan hasil penimbangan Dinar di musium ini, maka dapat pula dihitung berat 1 Dirham adalah 7/10 x 4.25 gram atau sama dengan 2.975 gram .
Standar kadar dan berat inipun tidak hanya di sertifikasi secara nasional oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN), tetapi juga oleh lembaga sertifikasi logam mulia internasional yang sangat diakui yaitu London Bullion Market Association(LBMA).
Seperti di awal Islam yang menekankan Dinar dan Dirham pada berat dan kadarnya - bukan pada tulisan atau jumlah/ukuran/bentuk keping - maka berat dan kadar emas untuk Dinar serta berat dan kadar perak untuk Dirham produksi Logam Mulia di Indonesia saat ini memenuhi syarat untuk kita sebut sebagai Dinar dan Dirham Islam zaman sekarang.
Seluruh Dinar dan Dirham yang diperkenalkan & dipasarkan oleh Gerai Dinar adalah produksi langsung dari Logam Mulia - PT. Aneka Tambang, Tbk..
Copas dari Buku "Mengembalikan Kemakmuran Islam dengan Dinar dan Dirham " oleh : Muhaimin Iqbal