Selamat Datang di GERAI DINAR SIDOARJO

Selamat Datang di GERAI DINAR SIDOARJO


Kami melayani pembelian dan penjualan koin emas dinar dan koin perak dirham untuk wilayah Sidoarjo dan sekitarnya. Kami pun menyediakan berbagai artikel yang berkaitan dengan perkembangan dinar dan dirham, informasi pengguna m-dinar. Kami tidak melakukan jual beli dinar berupa mata uang kertas.

INFO ...

INFO ........BAGI YANG BERMINAT MENJADI MITRA PENJUALAN GERAI DINAR SIDOARJO. SILAKAN HUBUNGI KAMI VIA EMAIL.


Pencarian

Selasa, 19 September 2017

Ketika Cinta Diuji

Ketika Cinta Diuji

Ketika turun ayat ‘Kamu tidak akan bisa memperoleh Al-Birr (Surga) sampai kamu menginfaqkan dari apa yang kamu cintai...’(QS 3:92), serta merta Abu Talhah yaitu orang yang paling banyak hartanya dari kaum Anshar – menginfaqkan  kebun Bayruha – kebun terbaik yang dimilikinya yang berada di depan Masjid Nabi. Dengan ayat yang sama Umar bin Khattab menginfaqkan kebun terbaik yang pernah diperolehnya, yaitu kebun di Khaybar. Ayat ini semacam batu uji, yang menguji cinta kita atas harta – lulus kah kita seperti Abu Talhah dan Umar bin Khattab ?

Tafsir ayat tersebut jelas, Ibnu Katsir menafsirkan Al-Birr sebagai surga, jadi ayat ini menegaskan bahwa kita tidak pernah akan sampai ke surga – karena lan artinya tidak akan pernah selama-lamanya – bila kita tidak mengifaqkan harta yang kita cintai.

Contohnya pun jelas dari kisah Abu Talhah dan Umar bin Khattab tersebut di atas, yang diinfaqkan bukan sebagian kecil dari harta yang kita cintai, tetapi infaq atau wakaf dari harta yang paling kita cintai – karena itulah ukuran cinta.

Kalau kita bener-bener mencintai seseorang misalnya A, bukankan kita akan memberikan yang terbaik untuknya. Kalau kita memberikan yang terbaik untuk orang lain misalnya B, bukankah ini bukti cinta palsu kita terhadap A  karena kita lebih cinta kepada B.

Senin, 18 September 2017

Jin-pun Tahu Solusi Kekeringan

Jin-pun Tahu Solusi Kekeringan

Sampai agustus tahun 2017 kemarin, lebih dari 56,000 ha lahan di Indonesia mengalami kekeringan. Berbagai pihak tentu dari waktu ke waktu telah berusaha untuk meminimize kekeringan ini beserta dampaknya – yang hampir selalu berulang ini dengan caranya masing-masing. Maka apabila ada satu cara yang paling efektif dan terjamin kebenarannya untuk mengatasi kekeringan tersebut, mestinya ini layak untuk diaplikasikan di seluruh wilayah negeri ini. Cara apa itu ? itulah cara yang bahkan jin-pun tahu.

Sebagaimana janjiNya di dalam Al-Qur’an bahwa “…Kami turunkan kitab ini kepadamu untuk menjelaskan segala sesuatu, petunjuk, rahmat dan kabar gembira…”(QS 16:89) , maka sudah seharusnya kita bisa merujuk pada Al-Qur’an ini untuk menyelesaikan masalah-masalah yang besar maupun yang kecil yang kita hadapi dalam kehidupan kita.

Dalam masalah pertanian khususnya dan ekonomi umumnya, kekeringan adalah masalah besar negeri ini – dampaknya langsung pada ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi seluruh rakyat. Karenanya sudah selayaknya kita mulai menggunakan petunjukNya yang baku dan terjamin kebenarannya sepanjang jaman untuk mengatasi persoalan yang besar ini.

Jumat, 15 September 2017

Tiga Jalan

Tiga Jalan

Ada tiga jalan untuk memutar ekonomi, yang satu dilarang sedangkan dua lainnya dihalalkan, diberkahi, disuburkan dan dilipat gandakan. Ironinya dalam beberapa dasawarsa terakhir, justru jalan yang dilarang tersebut yang tumbuh pesat – sedangkan dua jalan yang lain terdominasi oleh yang pertama. Yang dilarang ini adalah jalan riba, sedangkan dua lainnya adalah jalan jual-beli dan sedekah. Untuk mengerem laju pertumbuhan riba, tidak ada jalan lain kecuali menguatkan jual-beli dan sedekah.

Dilarangnya riba sudah bukan lagi wacana, Al-Qur’an sangat tegas dalam hal ini bahkan Allah memberondongnya dengan memvonis haram (QS 2:275), mengancam akan memusnahkannya (QS 2:276),  bahkan Allah dan Rasulnya menyatakan perang terhadap riba ini (QS 2: 279).

Senin, 11 September 2017

Muharram Startup Resolution

Muharram Startup Resolution

Ingin berhijrah dan membuat resolusi besar di tahun baru Hijriyah ini ? Mungkin event yang langka ini bisa menjadi pilihan. Yaitu bergabung di event Indonesia Startup Center pada 1 Muharram 1439 H atau 21 September 2017.
Event yang mengambil tema Demystifying Islamic Market ini merupakan kombinasi vision sharing, open house dan meet-up antara para founder , investor dan stakeholders pada umumnya yang tertarik dengan Islamic Market.
Acara ini free, namun Anda harus mendaftar - mengisi buku tamu yang kami sediakan di : bit.ly/Muharram_Startup.

Kamis, 07 September 2017

Ketika Perut Nabi Diganjal Batu

Ketika Perut Nabi Diganjal Batu

Karena akhlak Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam itu adalah Al-Qur’an, sedangkan Al-Qur’an adalah jawaban untuk segala persoalan – maka kita juga tentu bisa menyelesaikan masalah-masalah yang pelik dalam kehidupan ini dengan merujuk kepada apa yang dilakukan oleh Nabi. Seperti juga Al-Qur’an yang menjadi sumber inspirasi penggalian ilmu yang tiada habisnya, hal yang sama bisa dilakukan dengan hadits-hadits yang sahih. Inspirasi berikut saya peroleh dari hadits panjang ketika Nabi harus mengikat batu di perutnya.

Dalam perang Khandaq ketika langkah penggalian parit oleh para sahabat terhalang oleh batu besar yang tidak bisa mereka pecahkan, Nabi harus turun tangan sendiri. Saat itu Nabi sudah tiga hari tidak makan – maka beliau mengganjal perut dengan mengikatkan batu pada perutnya. Degan perkasanya batu-batu besar yang tidak bisa dipecahkan oleh para sahabat, berhasil beliau pecahkan berkeping-keping.

Pertanyaannya adalah bagaimana Nabi bisa begitu perkasa meskipun tidak makan tiga hari ? Tentu karena beliau adalah Nabi pilihan – yang diberi kekuatan oleh Allah. Tetapi beliau juga uswah, apa yang dilakukan oleh beliau bisa menjadi contoh untuk diikuti umatnya – termasuk ‘mengikat batu’ di perut tersebut.

PERGERAKAN HARGA DINAR EMAS 24 JAM

Mengenal Dinar dan Dirham
Standarisasi berat uang Dinar dan Dirham mengikuti Hadits Rasulullah SAW,”Timbangan adalah timbangan penduduk Makkah, dan takaran adalah takaran penduduk Madinah” (HR. Abu Daud). Pada zaman Khalifah Umar bin Khattab sekitar tahun 642 Masehi bersamaan dengan pencetakan uang Dirham pertama di Kekhalifahan, standar hubungan berat antara uang emas dan perak dibakukan yaitu berat 7 Dinar sama dengan berat 10 Dirham.
Berat 1 Dinar ini sama dengan 1 mitsqal atau kurang lebih setara dengan berat 72 butir gandum ukuran sedang yang dipotong kedua ujungnya . Dari Dinar-Dinar yang tersimpan di musium setelah ditimbang dengan timbangan yang akurat maka di ketahui bahwa timbangan berat uang 1 Dinar Islam yang diterbitkan pada masa Khalifah Abdul Malik bin Marwan adalah 4.25 gram, berat ini sama dengan berat mata uang Byzantium yang disebut Solidos dan mata uang Yunani yang disebut Drachma.
Atas dasar rumusan hubungan berat antara Dinar dan Dirham dan hasil penimbangan Dinar di musium ini, maka dapat pula dihitung berat 1 Dirham adalah 7/10 x 4.25 gram atau sama dengan 2.975 gram .
Standar kadar dan berat inipun tidak hanya di sertifikasi secara nasional oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN), tetapi juga oleh lembaga sertifikasi logam mulia internasional yang sangat diakui yaitu London Bullion Market Association(LBMA).
Seperti di awal Islam yang menekankan Dinar dan Dirham pada berat dan kadarnya - bukan pada tulisan atau jumlah/ukuran/bentuk keping - maka berat dan kadar emas untuk Dinar serta berat dan kadar perak untuk Dirham produksi Logam Mulia di Indonesia saat ini memenuhi syarat untuk kita sebut sebagai Dinar dan Dirham Islam zaman sekarang.
Seluruh Dinar dan Dirham yang diperkenalkan & dipasarkan oleh Gerai Dinar adalah produksi langsung dari Logam Mulia - PT. Aneka Tambang, Tbk..
Copas dari Buku "Mengembalikan Kemakmuran Islam dengan Dinar dan Dirham " oleh : Muhaimin Iqbal