Selamat Datang di GERAI DINAR SIDOARJO

Selamat Datang di GERAI DINAR SIDOARJO


Kami melayani pembelian dan penjualan koin emas dinar dan koin perak dirham untuk wilayah Sidoarjo dan sekitarnya. Kami pun menyediakan berbagai artikel yang berkaitan dengan perkembangan dinar dan dirham, informasi pengguna m-dinar. Kami tidak melakukan jual beli dinar berupa mata uang kertas.

INFO ...

INFO ........BAGI YANG BERMINAT MENJADI MITRA PENJUALAN GERAI DINAR SIDOARJO. SILAKAN HUBUNGI KAMI VIA EMAIL.


Pencarian

Memuat...

Rabu, 28 September 2016

Bukit Roti

Bukit Roti

Bila ada hutang terbesar dari generasi ini terhadap generasi berikutnya, bisa jadi hutang itu berupa rusaknya lingkungan dan hilangnya berbagai benih kehidupan. Dua penyebabnya, pertama karena urusan benih di dunia sekarang menjadi monopoli dua raksasa di bidang benih dan agrochemical yang baru mengumumkan mergernya  dua pekan lalu, dan yang kedua ketidak-pedulian kita atas hilangnya benih-benih kehidupan tersebut dari sisi kita. Yang pertama karena keperkasaan mereka, jangankan rakyat kebanyakan seperti kita – pemerintah duniapun kemungkinan akan bertekuk lutut. Tetapi yang kedua masih bisa kita lakukan, bila saja ada kemauan. 

Betapa perkasanya dua raksasa benih yang akan bergabung tersebut dapat dilihat dari nilai transaksi yang diumumkan, yaitu US$ 66 Milyar atau sekitar Rp 860 trilyun. Bahkan untuk ‘mengatasi’ peraturan antitrust atau antimonopoly dari pemerintahnya saja, mereka anggarkan US$ 2 Milyar atau Rp 26 Trilyun sendiri – siapa yang bisa melawan ?

Apa ruginya bagi rakyat dunia dari mergernya dua raksasa benih dan agrochemical tersebut ? Pertama monopoly benih akan membuat petani-petani di seluruh dunia kehilangan alternative – mau tidak mau harus membeli dari satu sumber ini.

Selasa, 27 September 2016

Tourism Industry Berbasis Zaujim Bahiij

Tourism Industry Berbasis Zaujim Bahiij

Negeri Belanda hanya punya satu bunga yaitu tulip dan berbunganya hanya antara bulan Maret sampai awal Juni, tetapi itupun cukup untuk menjadi kekuatan negeri itu dalam industri wisatanya. Tidak terhitung bunga yang bisa tumbuh di negeri ini, yang bahkan bisa silih berganti berbunga sepanjang tahun – tetapi keindahan bunga-bunga kita belum menjadi kekuatan industri wisata kita. Bahkan negeri ini juga berpotensi untuk bisa mewujudkan keindahan aneka tanaman yang disebut di dua ayat di Al-Qur’an yaitu zaujim bahiij.

Zaujim bahiij atau aneka pasangan tanaman yang indah-indah bisa memiliki beberapa makna. Pertama adalah keindahan maknawi, betapa aneka tanaman tersebut saling melengkapi satu sama lain baik bagi kehidupan tanaman itu sendiri maupun kehidupan manusianya.

Kedua adalah makna harfiyah, memang tanaman-tanaman itu bila disusun dengan rapi dengan berbagai jenisnya yang warna-warni akan menampilkan keindahan bagi yang melihatnya. Yang ketiga adalah keindahan yang hanya bisa dilihat oleh orang-orang yang setelah membaca ayat-ayat QauliyahNya, kemudian melihat bukti nyatanya secara Kauniyah.

Senin, 26 September 2016

Bees Wealth Creation

Bees Wealth Creation

Di antara binatang kecil yang hidup di sekitar kita itu ada yang keberadaannya ikut berperan langsung dalam membangun kemakmuran kita. Namanya bahkan diabadikan menjadi salah satu nama surat di Al-Qur’an, yang surat tersebut juga disebut sebagai surat Nikmat – dialah lebah. Bila kita tahu peran lebah dalam ecosystem kehidupan, kita akan bisa memanfaatkannya untuk membangun kemakmuran kita – sebaliknya ketidak pedulian kita akan menyebabkan lebah menuju kepunahan dan bersamaan itu pula bangsa manusia akan mengalami kesusahan demi kesusahan. 

Pertama ada isyarat dari Sang Pencipta bahwa harus ada sebagian manusia yang bekerja menyiapkan rumah lebah , selain rumahnya yang alami di gunung-gunung dan di pohon-pohon.

Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: "Buatlah sarang-sarang di bukit-bukitdi pohon-pohon kayu, dan ditempat-tempat yang dibuat manusia". (QS 16:68)

Sabtu, 24 September 2016

Sorghum Economy

Sorghum Economy

Dalam tulisan saya sebelumnya tentang Politik Pangan, saya menggambarkan betapa selama 70 tahun merdeka urusan pangan kita bukan digerakkan untuk kepentingan rakyat pada umumnya – baik dari sisi ekonomi maupun dari sisi kesehatan. Lantas bagaimana seharusnya urusan pangan ini dikelola ? Minimal harus mempertimbangkan dua hal yaitu dari sisi ekonomi adalah keterjangkauannya bagi rakyat kebanyakan, dan dari sisi kesehatan adalah dampaknya dalam jangka panjang.

Yang paling mudah adalah tentu mengurutkan mengikuti petunjukNya seperti di surat ‘Abasa ayat 24-32, ketika kita diperintahkan untuk memperhatikan makanan kita. Bagaimana kalau ayat-ayat ini kita kaitkan dengan pertimbangan ekonomi atau  keterjangakuan dan pertimbangan kesehatan tersebut di atas ?

Pertama adalah tentang biji-bijian (QS 80:27), fokusnya adalah pada jumlah – dia kurang lebih seharusnya  hanya 1/8 dari makanan kita – karena ada 8 jenis makanan yang dirangkai di ayat-ayat ini, yaitu 1) biji-bijian, 2) anggur, 3) tanaman bernutrisi tinggi, 4) zaitun, 5) kurma, 6) rempah, 7) buah dan 8) sumber hewani.

Kamis, 22 September 2016

Politik Pangan

Politik Pangan

Sudah kurang lebih setengah abad penduduk negeri ini makan beraneka ragam makanan yang berbahan baku impor seperti gandum. Ini seharusnya menggelitik pikiran kita, mengapa kita memilih bahan makanan impor ini ? Kalau memang karena rasa atau keunggulan lainnya, mengapa kita tidak menanamnya sendiri selama ini ? dan berbagai pertanyaan lainnya. Pertanyaan-pertanyaan ini sesungguhnya terjawab dengan sejumlah kasus korupsi yang melibatkan petinggi negeri ini – yang terkait dengan impor pangan.

Bahwa impor bahan pangan yang bernilai begitu besar itu bukan karena bahan pangan tersebut lebih enak, lebih bergizi atau tidak bisa ditumbuhkan di negeri ini – tetapi lebih karena perilaku koruptif para petinggi negeri yang berkolaborasi dengan para robber baron – yaitu para konglomerat yang membangun kerajaan business-nya melalui kedekatan dengan para petinggi negeri yang koruptif tadi.

Kasus gula impor yang menyeret pucuk pimpinan salah satu lembaga tinggi negara akhir-akhir ini, juga sebelumnya kasus import daging – hanyalah puncak-puncak gunung es yang terungkap melalui keberanian KPK untuk menangkap mereka yang terlibat.

PERGERAKAN HARGA DINAR EMAS 24 JAM

Mengenal Dinar dan Dirham
Standarisasi berat uang Dinar dan Dirham mengikuti Hadits Rasulullah SAW,”Timbangan adalah timbangan penduduk Makkah, dan takaran adalah takaran penduduk Madinah” (HR. Abu Daud). Pada zaman Khalifah Umar bin Khattab sekitar tahun 642 Masehi bersamaan dengan pencetakan uang Dirham pertama di Kekhalifahan, standar hubungan berat antara uang emas dan perak dibakukan yaitu berat 7 Dinar sama dengan berat 10 Dirham.
Berat 1 Dinar ini sama dengan 1 mitsqal atau kurang lebih setara dengan berat 72 butir gandum ukuran sedang yang dipotong kedua ujungnya . Dari Dinar-Dinar yang tersimpan di musium setelah ditimbang dengan timbangan yang akurat maka di ketahui bahwa timbangan berat uang 1 Dinar Islam yang diterbitkan pada masa Khalifah Abdul Malik bin Marwan adalah 4.25 gram, berat ini sama dengan berat mata uang Byzantium yang disebut Solidos dan mata uang Yunani yang disebut Drachma.
Atas dasar rumusan hubungan berat antara Dinar dan Dirham dan hasil penimbangan Dinar di musium ini, maka dapat pula dihitung berat 1 Dirham adalah 7/10 x 4.25 gram atau sama dengan 2.975 gram .
Standar kadar dan berat inipun tidak hanya di sertifikasi secara nasional oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN), tetapi juga oleh lembaga sertifikasi logam mulia internasional yang sangat diakui yaitu London Bullion Market Association(LBMA).
Seperti di awal Islam yang menekankan Dinar dan Dirham pada berat dan kadarnya - bukan pada tulisan atau jumlah/ukuran/bentuk keping - maka berat dan kadar emas untuk Dinar serta berat dan kadar perak untuk Dirham produksi Logam Mulia di Indonesia saat ini memenuhi syarat untuk kita sebut sebagai Dinar dan Dirham Islam zaman sekarang.
Seluruh Dinar dan Dirham yang diperkenalkan & dipasarkan oleh Gerai Dinar adalah produksi langsung dari Logam Mulia - PT. Aneka Tambang, Tbk..
Copas dari Buku "Mengembalikan Kemakmuran Islam dengan Dinar dan Dirham " oleh : Muhaimin Iqbal