Selamat Datang di GERAI DINAR SIDOARJO

Selamat Datang di GERAI DINAR SIDOARJO


Kami melayani pembelian dan penjualan koin emas dinar dan koin perak dirham untuk wilayah Sidoarjo dan sekitarnya. Kami pun menyediakan berbagai artikel yang berkaitan dengan perkembangan dinar dan dirham, informasi pengguna m-dinar. Kami tidak melakukan jual beli dinar berupa mata uang kertas.

INFO ...

INFO ........BAGI YANG BERMINAT MENJADI MITRA PENJUALAN GERAI DINAR SIDOARJO. SILAKAN HUBUNGI KAMI VIA EMAIL.


Pencarian

Jumat, 24 Maret 2017

Solusi Dari Petani

Solusi Dari Petani

Waktunya tinggal 13 tahun lagi dari yang ditargetkan Uni Eropa untuk ekonomi mereka berubah dari fossil-based economy menjadi bioeconomy yang lebih sustainable, Mereka bahkan sudah memiliki blue print yang sangat jelas tentang The European Bioeconomy 2030. Meskipun belum sedetil Uni Eropa dalam merumuskannya, negara-negara lain pasti juga akan mengikutinya. Bahkan salah satu negeri yang berpeluang sangat baik di era bioeconomy adalah Indonesia, dan ini berarti juga peluag besar bagi para petani untuk mengambil perannya yang lebih significant dalam ekonomi negeri ini kedepan.

Peluang  itu antara lain sudah saya bahas dalam tulisan dengan judul Grainomy – ekonomi berbasis biji-bijian. Pada bahasan ini saya beri contoh yang lebih detil tentang kelompok biji-bijian yang karakternya disebut secara khusus di Al-Qur’an, di surat yang sangat indah surat Ar-Rahman ayat 12.

Rabu, 22 Maret 2017

Bumi Para Wali

Bumi Para Wali

Selama berabad-abad kaum Yahudi tinggal di kota kecil Yastrib sebelum menjadi Madinah. Mereka berbahasa Arab, berpakaian seperti orang Arab sehingga sulit dibedakan dengan orang Arab pada umumnya. Hanya saja ketika beraktifitas ekonomi, baru karakter asli mereka nampak. Mereka melilit orang Arab dengan pinjaman berbunga tinggi – sedemikian tinggi sehingga tidak bisa dibayar. Melalui cara inilah mereka sedikit demi sedikit menguasai bumi orang Arab. Kapitalisme ribawi yang merupakan penjelmaan praktek tersebut di jaman kita ini, bahkan lebih kejam dari yang dilakukan kaum Yahudi di jaman tersebut. Bagaimana cara system ini mengambil bumi kita ?

Yahudi Yastrib masih memerlukan modal awal untuk menguasai lahan-lahan orang Arab. Modal awal ini dikumpulkan melalui produksi barang dan menguasai pasar, hasil keuntungan dari penguasaan produk dan pasar inilah yang kemudian dipakai untuk memberi pinjaman berbunga tinggi – yang akhirnya tidak terbayar kecuali dengan tanah orang Arab yang disita.

Kapitalisme ribawi yang ada sekarang lebih kejam karena sumber uang yang dipakai untuk mengambil tanah-tanah kita tersebut tidak lagi harus dari produksi barang dan penguasaan pasar. Sumber uangnya justru dari kita-kita juga, yaitu ketika uang hasil jerih payah kita berpuluh tahun terkumpul dalam tabungan, deposito, dana pensiun , tunjangan hari tua dan asuransi.

Sabtu, 18 Maret 2017

Grainomy

Grainomy

Definisi Economy menurut Oxford Learners Dictionary adalah hubungan antara produksi , perdagangan dan supply uang di suatu wilayah. Sedangkan uang yang kita pakai sekarang adalah uang yang bisa mengusir pemiliknya ! Maka untuk mencapai keadilan ekonomi dibutuhkan uang yang adil – bukan hanya nilainya yang tidak bisa digerus melalui inflasi dan devaluasi – juga akses modal terhadap uang tersebut harus sama bagi semua orang. Selain Dinar dan  Dirham yang sudah diperkenalkan situs ini dalam satu dasawarsa terakhir, dalam Islam alat tukar itu juga bisa berupa biji-bijian – oleh karenanya ekonomi yang digerakkannya saya sebut Grainomy – ekonomi berbasis biji-bijian !

Dasar hadits-nya sama dengan uang yang berbasis emas, diriwayatkan oleh hampir seluruh perawi – tetapi saya ambil yang dari Muslim sebagai berikut : Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda :“Emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, jewawut dengan jewawut, kurma dengan kurma dan garam dengan garam tidak mengapa bila dengan takaran yang sama, dan sama berat serta tunai. Jika jenisnya berbeda, maka juallah sesuka hatimu asalkan secara tunai dari tangan ke tangan” (HR Muslim 2970)

Di dunia dimana akses capital menjadi semakin timpang antara yang miskin dengan yang kaya, 1% penduduk dunia menguasai 50% dari kekayaan dunia – maka re-design alat tukar untuk keadilan ekonomi barangkali memang sudah waktunya.

Jumat, 17 Maret 2017

Biji Untuk Bumi Yang Mati

Biji Untuk Bumi Yang Mati

Bila kita mengira bahwa swasembada pangan itu telah atau akan segera tercapai tanpa kerja keras, mungkin kita akan kecewa. Sebagian besar masyarakat yang sudah makan kenyang-pun ternyata rata-rata kwalitasnya jauh lebih rendah dari rata-rata dunia. Dalam konsumsi daging merah misalnya (sapi dan domba/kambing), tahun 2016 lalu menurut OECD-FAO rata-rata kita hanya mengkonsumi 2.6 kg/tahun per kapita – sementara rata-rata dunia untuk konsumsi daging yang sama adalah 8.2 kg/tahun per kapita. Bagaimana kita bisa mengejar ketinggalan ini ?

Setelah 72 tahun merdeka, negeri agraris khatulistiwa nan subur ini rupanya belum berhasil memberikan makanan yang cukup dari sisi kwantitas apalagi kwalitas bagi penduduknya. Pasti ada something yang seriously wrong selama ini, sehingga kita tidak bisa mencukupi kebutuhan pangan kita khususnya daging.

Setiap ahli tentu memiliki alasannya sendiri tentang hal ini, tetapi bukan perdebatan ini yang kita perlukan. Kita butuh solusi yang do-able sehingga kita bisa melakukan perbaikan ini dari lingkungan kita, kemudian meluas dan terus meluas sehingga seluruh masalah ini teratasi.

Kamis, 16 Maret 2017

Uang yang Mengusir Pemiliknya

Uang Yang Mengusir Pemiliknya

Di kota-kota penyangga Jakarta seperti Bekasi, Bogor, Depok, Tangerang dlsb., mudah kita jumpai keluarga tua yang senang berkisah nostalgia tentang rumahnya yang dahulu. Mereka suka bercerita : “…dahulu kami tinggal di…”, tempat yang dimaksud rata-rata kini telah menjadi pusat perkantoran atau perdagangan bergengsi di Jakarta. Apa yang ‘mengusir’ mereka dari tempat tinggal aslinya tersebut ke tempat tinggalnya sekarang ? Tanpa mereka sadari, sebenarnya uang mereka sendirilah yang ikut menjadi penyebabnya. Kok bisa ?

Saksi hidup dari kejadian seperti ini masih bisa kita saksikan antara lain di sebuah masjid tua yang masih eksis diantara belantara gedung perkantoran pencakar langit di Mega Kuningan. Di hari Jum’at ketika masjid tersebut dipadati oleh orang-orang kantoran, ada segelintir jama’ah yang tidak nampak seperti orang kantoran.

Rata-rata mereka usianya sudah tua, pakai sarung atau gamis dan datang dari tempat yang jauh. Selesai sholat Jum’at mereka tidak langsung pulang, mereka duduk-duduk di emperan masjid sambil memandangi gedung-gedung bertingkat di hadapannya. Dengan mata berkaca-kaca, mereka mengenang masa lalu.

PERGERAKAN HARGA DINAR EMAS 24 JAM

Mengenal Dinar dan Dirham
Standarisasi berat uang Dinar dan Dirham mengikuti Hadits Rasulullah SAW,”Timbangan adalah timbangan penduduk Makkah, dan takaran adalah takaran penduduk Madinah” (HR. Abu Daud). Pada zaman Khalifah Umar bin Khattab sekitar tahun 642 Masehi bersamaan dengan pencetakan uang Dirham pertama di Kekhalifahan, standar hubungan berat antara uang emas dan perak dibakukan yaitu berat 7 Dinar sama dengan berat 10 Dirham.
Berat 1 Dinar ini sama dengan 1 mitsqal atau kurang lebih setara dengan berat 72 butir gandum ukuran sedang yang dipotong kedua ujungnya . Dari Dinar-Dinar yang tersimpan di musium setelah ditimbang dengan timbangan yang akurat maka di ketahui bahwa timbangan berat uang 1 Dinar Islam yang diterbitkan pada masa Khalifah Abdul Malik bin Marwan adalah 4.25 gram, berat ini sama dengan berat mata uang Byzantium yang disebut Solidos dan mata uang Yunani yang disebut Drachma.
Atas dasar rumusan hubungan berat antara Dinar dan Dirham dan hasil penimbangan Dinar di musium ini, maka dapat pula dihitung berat 1 Dirham adalah 7/10 x 4.25 gram atau sama dengan 2.975 gram .
Standar kadar dan berat inipun tidak hanya di sertifikasi secara nasional oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN), tetapi juga oleh lembaga sertifikasi logam mulia internasional yang sangat diakui yaitu London Bullion Market Association(LBMA).
Seperti di awal Islam yang menekankan Dinar dan Dirham pada berat dan kadarnya - bukan pada tulisan atau jumlah/ukuran/bentuk keping - maka berat dan kadar emas untuk Dinar serta berat dan kadar perak untuk Dirham produksi Logam Mulia di Indonesia saat ini memenuhi syarat untuk kita sebut sebagai Dinar dan Dirham Islam zaman sekarang.
Seluruh Dinar dan Dirham yang diperkenalkan & dipasarkan oleh Gerai Dinar adalah produksi langsung dari Logam Mulia - PT. Aneka Tambang, Tbk..
Copas dari Buku "Mengembalikan Kemakmuran Islam dengan Dinar dan Dirham " oleh : Muhaimin Iqbal